Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home2/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Pemudik Wajib Lapor RT/RW, Kantor Lurah dan Camat Siap Terima Penitipan Kendaraan Gratis

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Kantor Pemprov DKI Jakarta dan jajarannya siap menerima titipan kendaraan bermotor yang ditinggal mudik Lebaran. Para pemilik sepeda motor maupun mobil yang mau pulang kampung dapat menitipkannya ke kantor kelurahan, kecamatan, atau walikota, tanpa dipungut biaya.

Sebagaimana berlaku sejak beberapa tahun terakhir, kantor pemerintahan di jajaran Pemprov DKI menerima titipan kendaraan secara gratis. Program ini berlaku setiap liburan Idul Fitri mulai dari H-7 hingga H+7 Lebaran. Para walikota di DKI Jakarta sudah memerintahkan kepada jajarannya untuk melaksanakan kebijakan tersebut.

Sebagaimana disampaikan Walikota Jakarta Pusat Dhany Sukma para pemudik bisa menitipkan kendaraan di kantor kelurahan maupun kecamatan. “Imbauan pertama adalah para pemudik silakan menitipkan rumah dan kendaraannya kepada tetangga yang tidak mudik. Namun kalau di lingkungan tidak ada tempat, silakan kendaraan dititipkan di kantor kelurahan atau kecamatan terdekat. Kendaraan akan dijaga oleh petugas piket,” kata Dhany di Jakarta Pusat, Kamis (13/4).

Menurut Dhany, dengan menitipkan rumah serta kendaraan ke tetangga yang tidak mudik dapat membangun keguyupan dalam sebuah komunitas. “Selain itu, warga yang tidak mudik akan lebih proaktif mengawasi lingkungannya, terutama terhadap lalulalang orang tak dikenal di lingkungannya,” jelas Dhany. Tentunya selain menitipkan ke tetangga juga wajib untuk melapor ke RT/RW setempat.
Dhany juga mengimbau warga yang akan mudik dan mengosongkab rumah agar memperhatikan segala sesuatu yang menyangkut keamanan. “Pastikan semua peralatan listrik, termasuk kompor, kerana air, dan lainnya dimatikan. Hal ini dinilai penting dilakukan untuk mencegah kebakaran akibat korsleting listrik saat rumah ditinggalkan kosong. Colokan listrik harus dipastikan sudah dicabut. Pastikan juga kompor gas dalam keadaan mati. Periksa ulang sebelum berangkat mudik,” tandasny.

Menurutnya imbalan semacam ini sudah rutin dilakukan, namun terkadang masih ada warga yang bandel. Hal itu terbukti dari sejumlah kejadian tahun-tahun sebelumnya yang mana terjadi kebakaran beberapa rumah yang berasal dari rumah kosong yang ditinggal penghuninya mudik Lebaran. Sering kali, api berasal dari korseleting listrik akibat peralatan elektronik seperti kipas angin, colokan listrik yang bercabang-cabang, dan lainnya menyala dalam waktu lama. (joko)

Tinggalkan Balasan