Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home2/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Bongkar Skandal Telkom, Kembali Eks. Dirut PT. Graha Telkom Sigma Dijadikan Tersangka

Kejaksaan Harus Beri Reward ke Penyidik

JAKARTANEWS.ID-JAKARTA: Bongkar Skandal Telkom hingga ke akarnya,  Mantan Dirut PT. Graha Telkom Sigma (GTS) Periode 2014 – 2017 inisial BR dijadikan tersangka. 

Bahkan,  Kejaksaan Agung langsung menjebloskan ke penjara menyusul enam tersangka sebelumnya yang ditetapkan, Kamis (11/5). Salah satunya, Mantan Dirut PT. GTS Periode 2017 – 2020.

Penetapan tersangka ini sekaligus juga membungkam  para pihak yang berteriak agar kewenangan penyidikan perkara tindak pidana korupsi Kejaksaan dicabut,  yang sejak beberapa waktu lalu tengah diuji  di Mahkamah Konstitusi (MK) atas permohonan seorang Pengacara.

Dengan demikian sejak disidik dua bulan lalu sudah 7 tersangka dalam perkara yang diduga merugikan negara sekitar Rp282, 371 miliar.

Kapuspenkum Dr. Ketut Sumedana mengatakan penetapan BR sebagai tersangka setelah tim melakukam Gelar Perkara (Ekspose) dan ditemukan alat bukti yang cukup.

“Guna kepentingan penyidikan,  terhadap tersangka dilakukan penahanan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung,  ” kata Ketut, Selasa (16/5).

Terhadap BR, Kejagung menjeratnya dengan Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 Jo. Pasal 18 UU Tipikor. Ancaman penjara seumur hidup dan atau paling lama 20 tahun penjara.

Dijadikannya Dirut pada BUMN sebagai tersangka melengkapi sederet Dirut yang dijadikan tersangka.
Terakhir,  Eks. Dirut PT. Waskita Karya Destiawan Soewardjono,  dua pekan lalu dalam perkara penyimpangan dana sindikasi perbankan di PT. Waskita Karya dan PT. Waskita Beton Precast (WSKT).

BERI REWARD

Ketua Tim Advokasi Patriot Indonesia (TAPI) Iqbal Daud Hutapea memuji kinerja Jampidsus Dr. Febrie Adriansyah dan Tim Penyidik Skandal Telkom.

“Bisa disebut kinerjanya ciamik. Hanya dalam hitungan dua bulan sebanyak 7 tersangka ditetapkan,” komentarinya.

Dia melihat Kebijakan Bersih-Bersih BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang disampaikan Menteri BUMN Erick Thohir belum lama ini, secara perlahan dijawab Kejagung dengan menjadikan sejumah Dirut BUMN sebagai tersangka.

“Rasanya, memberikan penghargaan (Reward)  dengan memberi tanggung jawab lebih besar pantas diberikan kepada Jajaran Pidsus,” akhirinya.

FIKTIF

Enam tersangka lain dalam Skandal Telkom ini,  terdiri Mantan Dirut PT. GTS (anak usaha PT. Telkom Indonesia) Periode 2017 – 2020 inieial TH,  HP (Direktur Operasi PT. GTS Periode 2016 – 2018) dan JA (Komisaris PT. GTS Periode 2014- 2018).

Tiga lainnya,  RB (Dirut PT. Wisata Surya Timur), AHP (Komisaris PT Mulyo Joyo Abadi) dan GSL (Dirut PT. Granary Reka Cipta).

Tersangka BR seperti enam tersangka lain secara melawan hukum membuat perjanjian kerja sama fiktif, dimana seolah-olah ada pembangunan apartemen, perumahan, hotel, dan penyediaan batu split dengan beberapa perusahaan pelanggan.

Selanjutnya untuk mendukung pencairan dana, Tersangka menggunakan dokumen-dokumen pencairan fiktif.

“Dengan dokumen tersebut berhasil ditarik dana dan terindikasi menimbulkan adanya kerugian keuangan negara sebesar Rp282, 371 miliatlr lebih,” pungkas Ketut. (ahi) 

Tinggalkan Balasan