Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home2/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Menkominfo Menjadi Tersangka: 3 Anggota Konsorsium BTS 4G  Bakal Menyusul? 

Murni Penegakan Hukum

JAKARTANEWS.ID-JAKARTA: Menkominfo Johnny G. Plate menjadi tersangka Skandal Jilid II BTS 4G,  tiga anggota Konsorsium Paket 1- 5 BAKTI bakal menyusul?.

Johnny yang tercatat sebagai Kader Nasdem langsung dijebloskan ke Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung usai diperiksa 2 jam, sejak 09. 00 WIB.

Penetapan Pejabat Tinggi Negara Aktif sebagai tersangka bukan pertama kali dilakukan Kejaksaan Agung.

Namun, penetapan tersangka Johnny, munculkan rumours terkait dugaan ketidak hadiran Ketum Nasdem Surya Paloh dalam pertemuan Koalisi Pendukung Pemerintah ?

Seperti,  diketahui Nasdem bersama Koalisinya telah mencalonkan Anies Baswedan sebagai Capres 2024- 2029.

Direktur Penyidikan Kuntadi mengatakan penetapan Johnny sebagai tersangka baru perkara BTS 4G karena ditemukan alat bukti yang cukup.

“Demi kepentingan penyidikan,  terhadap tersangka dilakukan penahanan,” kata Ketut, di Lobi Gedung Bundar, Kejaksaan Agung, Kamis (17/5).

Sebelum dijadikan tersangka, Johnny sudah dua kali diperiksa,  yakni pada Selasa (24/2) dan Rabu (15/3) yang diikuti perubahan sikap.

Pada pemeriksaan pertama,  dia membuka ruang kepada Pers untuk bertanya. Kedua,  dia hanya berbicara tanpa membuka ruang tanya jawab. Terakhir,  tidak sama sekali tidak bicara.

Tentang penyebab Johnny dijadikan tersangka,  tidak dijelaskan.

Namun, mengacu kepada keterangan Kuntadi pada Rabu (15/3) bisa jadi penetapan tersangka terkait kedudukan selaku Pengguna Anggaran (PA), terutama pertanggungjawabannya terkait dengan keuangan.

Hal dimaksud, karena terindikasi ada kemahalan dan mufakat jahat untuk menaikkan harga.

Selain itu, perencanaan pembangunan BTS yang seharusnya dilaksanakan dalam jangka waktu 5 tahun, tetapi dilaksanakan dalam hanya 1 tahun.

Terakhir, adanya indikasi manipulasi pertanggungjawaban kemajuan sehingga seolah-olah pencairan 100% dapat dilaksanakan terlebih dahulu.

Serta, perihal adik kandung yang bersangkutan yaitu saksi Gregorius Alex Plate yang diduga menikmati fasilitas terkait dengan jabatan JGP.

MURNI HUKUM

Menyangkut penetapan Tersangka dan penahanan terhadap Johnny G. Plate  adalah murni penegakan hukum dan tidak ada unsur politik didalamnya.

“Ini murni hukum,” tegas Kapuspenmum Dr. Ketut Sumedana secara terpisah.

Oleh karena itu,  Mantan Wakajati Bali ini juga menepis tentang keterkaitan dengan Politik.

“Tidak ada unsur politik di dalamnya,” tambahnya.

Dia mengutarakan Kejaksaan memiliki kewajiban untuk mengawal proyek strategi nasional dalam hal ini proyek penyediaan infrastruktur Base Transceiver Station (BTS) 4G dan infrastruktur pendukung paket 1, 2, 3, 4, dan 5.

“Ini semua demi kepentingan masyarakat yang belum terjangkau internet sesuai dengan program pemerintah,” pungkasnya.

BUKAN PERTAMA KALI

Dalam catatan,  penetapan Pejabat Tinggi Negara Aktif sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung,  antara lain Ketua DPR Akbar Tanjung terkait kasus Bulog namun Akbrlar lolos jerat hukum setelah kasasinya dikabulkan Mahkamah Agung.

Lalu, Wakil Ketua MPR Ginandjar Kartasasmita dalam perkara Technical Assistance Contract.

Namun, status tersangka Ginandjar gugur setelah gugatan praperadilannya di PN. Jakarta Selatan dikabulkan.

Terakhir, Mantan Presiden Soeharto dijadikan tersangka perkara 7  Yayasan yang diketuainya.

Hanya saja, perkara yang sudah berlanjut di PN. Jakarta Selatan tidak berlanjut, karena almarhum menderita sakit permanen.

KONSORSIUM

Tentang dugaan tersangka baru paska Johnny mengarah kepada tiga anggota Konsorsium Pemenang Paket 1 – 5 BAKTI, Kominfo ?

Pertanyaan itu menyusul berulangnya diperiksa pada Dirut tiga anggota Konsorsium,  mulai CEO PT. Huawei Tech Invesment Chen Min.

Dirut PT. SEI Bambang Iswanto, Mantan Dirut PT. Telkominfra Bastian Sembiring, Dirut PT. ZTE Indonesia Liang Weiqi dan Dirut PT. FiberHome Technologies Indonesia Huang Liang.

Bahkan nama-nama mereka masuk daftar 25 orang yang dicegah ke luar negeri.

“Ini semua berproses. Apagi indikasi mulai diperiksa berulang dan masuk daftar cegah,” komentari Ketua Tim Advokasi Patriot Indonesia (TAPI) Iqbal Daud Hutapea secara terpisah.

Oleh karena itu,  dia minta untuk menghindari spekulasi dalam penanganan perkara BTS 4G.

“Beri kesempatan tim untuk bekerja,” akhirinya. (ahi)

Tinggalkan Balasan