Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home2/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Johnny G. Plate Bakal Dijerat Juga TPPU Dalam Skandal BTS 4G

3 Anggota Konsorsium Tunggu Nasib

JAKARTANEWS.ID-JAKARTA: Selain tindak pidana korupsi (Tipikor),  Kejaksaan  Agung mempertimbangkan untuk menjerat Menkominfo Johnny G. Plate juga dengan instrumen tindak pidana pencucian uang (TPPU).

“Semua bisa berkembang. Bila kemudian ditemukan alat bukti atau fakta hukum,” kata Jampidsus Dr. Febrie Adriansyah menjawab pertanyaan,  di Gedung Bundar alias Pidsus,  Jumat (19/5).

Namun, dia mengingatkan tim penyidik masih fokus kepada Tipikor dan memberkasnya (hingga dapat dibawa ke pengadilan,  Red).

“Sementara ini,  tim penyidik masih fokus kepada pemberkasan agar berkas perkara dapat dituntaskan, ” tambah pria berpenampilan sederhana ini.

Johnny G. Plate ditetapkan sebagai tersangka Skandal BTS 4G Jilid II yang diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp8, 032 triliun,  Rabu (17/5).

BUKAN HAL BARU

Penggunaan instrumen TPPU dalam Skandal BTS 4G bukan hal baru,  sebab dua tersangka Skandal BTS 4G sudah dijerat TPPU atas nama Anang A. Latif (Dirut BAKTI) dan Galumbang MS (Dirut PT.Moratelindo).

Tiga tersangka lain dalam BTS 4G Jilid I atas nama Yohan Suryanto (Tenaga Ahli Hudev UI), Mukti Ali (Direktur Keuangan PT. Huawei Tech Invesment) dan Irwan Hermawan (Komisaris PT. Solitech Media Sinergi).

“Kami berpandangan penggunaan TPPU sudah seharusnya dilakukan,  jika penyidik berpendapat ditemukan fakta hukum,” komentari Ketua Tim Advokasi Patriot Indonesia (TAPI) Iqbal Daud Hutapea secara terpisah.

Dari hasil penyidikan patut diduga ada aliran dana sebesar Rp500 juta setiap bulan kepada Johnny untuk keperluan “anak-anak ” dari Anang A. Latif?

Salah satu  Donatur diduga  adalah Komisaris PT. Solitech Media Sinergi Irwan Hermawan (sudah berstatus tersangka,  Red), seperti disebutkan bocoran hasil penyidikan atas Anang yang sempat  ke Publik dan diberitakan sejumlah media.

Selain itu,  Kejagung juga menyita sejumlah uang miliaran rupiah dari sejumlah saksi yang diduga terkait perkara BTS dan pengembalian sejumlah uang, mulai Gregorius A. Plate Rp534 juta dan Rp36, 8 miliar dari Dirut PT. Sansaine Exindo JS diduga Jemi Sutjiawan.

KORPORASI

Sampai kini,  belum diketahui nasib tiga anggota Konsorsium yang mengerjakan Paket 1 – 5 Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika (BAKTI),    Kominfo.

“Ini soal waktu saja. Kami yakin perkara tidak berhenti pada penetapan Johnny G. Plate sebagai tersangka,” ujar Iqbal.

Dia menunjuk indikasi pemeriksaan berulang terhadap petinggi ketiga anggota konsorsium dan digeledahnya kantor mereka (dan kantor Subkontraktor).

“Namun begitu,  kita hindari berpraduga. Biarlah tim yang penyidik yang memastikan. Sebab mereka yang tahu soal ada atau tidaknya alat bukti,” tutupnya.

Dari Laman Kominfo. Go. Id,  konsorsium yang memenangkan paket 1 dan 2 adalah PT. FiberHome Technologies Indonesia,  PT. Telkominfra (anak usaha PT. Telkom Indonesia) dan PT. Multi Trans Data.
Lalu, konsorsium yang memenangkan paket 3, adalah PT. Huawei Tech Invesment,  PT. Surya Energi Indotama (anak usaha  PT. Len Industri) dan PT. Aplikanusa Lintasarta.

Terakhir, konsorsium pemenang paket 4 dan 5, adalah PT. Infrastruktur Bisnis Sejahtera dan PT. ZTE Indonesia.

Para petinggi korporasi,  mulai CEO PT.FiberHome Liang Huang,  Mantan Dirut PT. Telkominfra Bastian Sembiring dan Dirut PT. Multi Trans Data Budi Prasetyo sudah diperiksa dan masuk daftar 25 orang dicegah ke luar negeri.

Begiti juga,  CEO PT. Huawei Tech Invesment Chen Min,  Dirut PT. Surya Energi Indotama Bambang Iswanto dan Direktur Niaga PT. Aplikanusa Alfi Asman.

Serta, Dirut PT. ZTE Liang Weqi dan Dirut PT. Infrastruktur Bisnis inisial HJ. (ahi) 

Tinggalkan Balasan