Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home2/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Grha BPJamsostek Dorong Pekerja Manfaatkan MLT Perumahan agar Punya Rumah Sendiri

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Grha BPJamsostek mendorong pesertanya yang belum memiliki rumah agar memanfaatkan program Manfaat Layangan Tambahan (MLT) BPJS Ketenagakerjaan. Sebab dengan MLT tersebut peserta dapat memiliki rumah dengan bunga cicilan yang disubsidi oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Sehingga, peserta akan jauh lebih ringan mencicil rumah dibandingkan murni dari perbankan. Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Grha BPJamsostek Andry Rubiantara, mengatakan pada tahun lalu MLT perumahan di kantor cabangnya terealisasi hingga 89 item yang merupakan terbesar tingkat nasional.
”Tahun ini mulai Januari sampai April sudah ada sembilan dan akan terus bertambah yang sementara termasuk tertinggi se-Kanwil DKI Jakarta,” kata Andry. Andry berharap agar MLT dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya oleh pekerja.
Khususnya, bagi mereka yang belum memiliki rumah. Andry mengatakan, persyaratan MLT perumahan sekarang jauh lebih mudah dari pada yang sebelumnya. ”Syaratnya adalah peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan, upah yang terdaftar minimal UMP, belum memiliki rumah. Setelah pengajuan ke kita, akan ada proses verifikasi serta validasi. Jika memang memenuhi syarat, baru direkomendasikan kepada perbankan,” kata Andry.
Menurut Andry, sebelumnya pengajuan MLT banyak dilakukan oleh perorangan. Kini dirinya berharap dukungan dari perusahaan, agar pengajuan dilakukan sekaligus secara kolektif melalui manajemen perusahaan pekerja. Bahkan sangat memungkinkan untuk dibangun satu komplek perumahan pekerja di perusahaan itu.
”Kita sudah bekerja sama dengan developer untuk memenuhi permintaan perumahan karyawan satu perusahaan sekaligus. Kalau misal tempat kerja di Jakarta, rumahnya bisa dipilih di kawasan sekitar, seperti Tangerang, Bekasi, atau Bogor. Yang jelas untuk lokasi rumah itu dipilih dari masing-masing tenaga kerja sendiri,” kata Andry.
Untuk itu pihak manajemen perusahaan langsung dapat mengajukan perumahan untuk karyawannya sesuai persyaratan yang berlaku. ”Kemudian kita akan merekomendasikan kepada bank penyalur, ada bank BTN, BJB, dan bank-bank yang sudah bekerja sama dengan kami,” sebut Andry.
Menurut Andry, jangan sampai tenaga kerja hanya tahu program pokok BPJS Ketenagakerjaan. Seperti Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua, Jaminan Pensiun, dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan. ”Tapi dia juga harus tahu ada manfaat layanan tambahan. Kami mengimbau betul kepada perusahaan untuk mendukung realisasi MLT perumahan bagi pekerja mereka. Diniatkanlah sebagai beribadah, membantu agar pekerja mereka memiliki rumah yang merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia,” ujar Andry.
Menurut Andry pekerja dapat memilih harga rumah berapa saja. Pihak BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan subsidi hingga maksimal harga rumah Rp500 juta. Jika harga yang dipilih peserta lebih dari Rp500 juta, maka sisanya akan menjadi tanggungan sendiri.
Andry menyebut, subsidi bunga untuk program MLT termasuk besar. Bunga yang diberikan kepada peserta adalah BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) plus tiga persen saja. ”Saat ini BI7DRR 5,75 persen ditambah 3 persen jadi peserta hanya menanggung 8,75 persen. Sedangkan bunga KPR perbankan 13-14 persen. Jadi selisih bunganya cukup lumayan dan selisihnya itulah yang disubsidi oleh BPJS Ketenagakerjaan,” tegas Andry.
Menurut Andry, MLT perumahan tidak hanya berupa KPR saja. Tapi ada juga yang berbentuk pinjaman uang muka perumahan maksimal Rp150 juta dan pinjaman renovasi perumahan maksimal Rp200 juta. ”Yang harus diketahui manfaat layanan tambahan itu tidak mengurangi tabungan JHT peserta. Program ini murni karena BPJS Ketenagakerjaan untuk membantu meringankan cicilan perumahan untuk pesertanya berupa subsidi bunga cicilan pinjaman untuk perumahan,” cetus Andry. (Dani)

Tinggalkan Balasan