Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home2/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Jamiluddin Ritonga: Menakar Peluang Tiga Bakal Cawapres Anies

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Wakil Ketua Majelis Syuro DPP PKS Shohibul Iman membocorkan tiga dari lima nama bakal cawapres untuk Anies Baswedan.

Tiga nama tersebut adalah Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher).

Kalau dilihat elektabilitas tiga kandidat itu, tampaknya AHY lebih berpeluang menjadi cawapresnya Anies. Hal itu setidaknya bila dilihat dari elektabilitas tiga kandidat itu yang dirilis dua lembaga survei.

Demikian disampaikan Pakar Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga kepada para awak media, Kamis (25/5/2023).

Jamiluddin menyebut, hasil survei Indikator Politik Indonesia memperlihatkan, hanya ada nama AHY dan Khofifah. “Hanya saja elektabilitas AHY lebih tinggi (7,5%) daripada Khofifah (5,7%),” beber Dosen Pasca Sarjana Fikom Universitas Esa Unggul, Jakarta ini.

Sementara hasil survei Litbang Kompas, sebut Jamiluddin, hanya memunculkan nama AHY dengan elektabilitas 4,1%. “Nama Khofifah dan Aher justru tidak muncul,” ungkap Jamiluddin.

Jamiluddin melihat dari elektabilitas tiga kandidat itu, seharusnya AHY yang paling layak menjadi cawapres Anies. “AHY akan berkontribusi menambah pundi-pundi suara untuk membantu Anies memenangkan Pilpres,” imbuh Dekan Fikom IISIP, Jakarta 1996-1999 ini.

Sementara Khofifah, lanjut Jamiluddin, meskipun dapat menambah suara, namun kontribusinya akan lebih kecil bila dibandingkan dengan AHY. “Karena itu, peluang Khofifah mendampingi Anies tentu lebih kecil,” ulas Jamiluddin.

Khusus Aher, Jamiluddin menilai, peluangnya mendampingi Anies tampaknya lebih tertutup. “Sebab, elektabilitasnya sama sekali belum muncul,” terang Penulis Buku Riset Kehumasan ini.

“Peluang itu tentunya hanya berlaku bila tren elektabilitas AHY, Khofifah, dan Aher sebagaimana dirilis Indikator Politik Indonesia dan Litbang Kompas,” pungkas Jamiluddin Ritonga. (Daniel)

Tinggalkan Balasan