Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home2/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Jarang Terjadi di Jepang, Seorang Pria Ditangkap Pelaku Penembakan dan Penusukan

JAKARTANEWS.ID – TOKYO: Seorang pria  ditangkap setelah empat orang tewas dalam penembakan dan penusukan yang jarang terjadi di Jepang.

Tersangka penyerang menikam seorang wanita dan menembak dua polisi dengan senapan berburu di prefektur Nagano. Kematian korban keempat kemudian dikonfirmasi.

Dalam insiden yang terjadi pada Kamis (25/5/2023), polisi menerima telepon sekitar pukul 16:25 (07:25 GMT) tentang seorang pria yang mengejar dan kemudian menikam seorang wanita, menurut kantor berita Jepang Kyodo.

Seorang saksi mata yang bekerja di lapangan terdekat mengatakan kepada Kyodo bahwa serangan pria itu terhadap korban pertamanya dilakukan dengan pisau sepanjang 30 cm (1 kaki).

Motifnya tidak jelas. “Saya membunuhnya karena saya ingin,” terang tersangka saat saksi bertanya mengapa dia menikam wanita itu.

Aoki yang dilaporkan mengenakan seragam kamuflase, topi, kacamata hitam dan topeng. Kemudian diduga menembak petugas polisi yang menanggapi keadaan darurat tersebut.

Belum jelas bagaimana korban keempat yang digambarkan sebagai wanita tua akhirnya meninggal dunia.

Aoki kemudian membarikade dirinya selama berjam-jam di dalam rumah ayahnya di daerah perumahan yang tenang di kota Nakano. Ayahnya, Masamichi Aoki, adalah pembicara majelis kota Nakano.

Rekaman dari NHK menunjukkan kendaraan polisi dan ambulans di dekat rumah. Petugas polisi yang mengenakan pelindung tubuh dan membawa tameng membentuk zona eksklusi 300m (328 yard) di sekitar rumah. Kemudian tersangka keluar dari rumah dan ditahan.

Warga diimbau untuk tetap tinggal di rumah melalui pengumuman email dan pengeras suara lingkungan, sementara polisi juga mendatangi dari pintu ke pintu.

Sore harinya, media lokal menayangkan rekaman suara tembakan yang terdengar tepat setelah pukul 20:00 waktu setempat (11:00 GMT) pada Kamis (25/5/2023).

Beberapa warga harus bermalam di tempat lain, sementara sekolah setempat akan ditutup. Tetapi setelah penangkapan, orang-orang diberi tahu bahwa mereka dapat menjalani hari mereka.

“Menyedihkan hal seperti ini terjadi di lingkungan saya. Saya tidak bisa tidur sepanjang malam,” ujar seorang pria berusia 50-an kepada NHK.

Pengguna media sosial Jepang telah menyatakan keterkejutan dan kekhawatiran atas insiden tersebut di Twitter.

Salah satu warganet menyebutnya sebagai “kejahatan yang tak termaafkan”.

Warganet lainnya mempertanyakan apakah negara perlu bersiap untuk lebih banyak serangan seperti ini terjadi.

Para pejabat mengatakan tersangka, yang dilaporkan sebagai petani, memiliki izin senjata api.

Jepang memiliki aturan kepemilikan senjata yang ketat, dan hanya mengizinkan warga sipil untuk memiliki senapan berburu dan senapan angin. Orang harus menjalani ujian ketat dan tes kesehatan mental untuk membeli senjata di Jepang.

Kekerasan senjata masih sangat jarang terjadi di Jepang, meskipun mantan Perdana Menteri (PM) Shinzo Abe terbunuh pada Juli tahun lalu.

Abe adalah PM terlama di Jepang dan kematiannya sangat mengejutkan negara di mana pistol dilarang dan insiden kekerasan politik hampir tidak pernah terdengar.

Penembakan terhadap banyak petugas polisi bahkan lebih jarang, dengan insiden terakhir terjadi lebih dari 30 tahun yang lalu.

Insiden terakhir di mana banyak petugas polisi terbunuh terjadi pada 1990, ketika dua petugas ditembak oleh anggota geng di prefektur Okinawa.

Pada 2014, hanya ada enam insiden kematian akibat senjata di Jepang, dibandingkan dengan 33.599 di Amerika Serikat (AS). (Amin)

Tinggalkan Balasan