Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home2/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

NasDem Desak Kejagung Blokir Rekening Perusahaan yang Terlibat di Kasus BTS

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali menyambut baik sikap Kejaksaan Agung (Kejagung) yang akan menerapkan Pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tower base transceiver station (BTS) di Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) sebesar Rp8,2 triliun.

“Saya dengar dari Kejaksaan sudah mengenakan TPPU dalam kasus ini. Kalau demikain, sebenarnya semua rekening perusahaan yang diduga terlibat harus diblokir,” tegas Ali dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (27/5/2023).

Tetapi, kata Ali, sebelum memblokir rekening perusahaan tersebut, Kejagung harus menetapkan terlebih dahulu perusahaan mana saja yang diduga terlibat dan telah mengakibatkan kerugian keuangan negara dalam dugaan kasus korupsi BTS.

“Kita butuh pernyatan dari Kejaksaan untuk menegaskan bahwa perusahaan mana saja yang terlibat,” ujar Ali.

Di dalam proyek BTS Bakti Kominfo ini, jelas Ali, ada tiga perusahaan konsorsium yang diduga terlihat dalam kerugian Rp8,2 triliun, maka semua rekening tiga perusahaan konsorsium itu diblokir karena uangnya masuk ke perusahaan tersebut.

Dan sebenarnya, lanjut Ali, kasus ini sederhana karena aliran dananya jelas dari kementerian mentransfer ke rekening perusahaan masing-masing.

“Untuk menelusurinya gampang, kok. Siapa yang terima uang dan uang itu yang terima adalah perusahaan berdasarkan berita acaranya. Pastinya ketika terjadi permasalahan kerugian negara atau kelebihan bayar atau harga tak sesuai spek, maka perusahaan yang bertanggung jawab, karena yang menerima duit,” beber Ali.

Untuk pemblokiran, Anggota Komisi III DPR ini menyarankan agar secepatnya Kejaksaan melakukannya, karena berpotensi untuk memanupulasinya.

“Kalau tidak diblokir, bisa saja karena hari ini belum tersangka, bisa membawa lari uangnya,” pungkas Ahmad Ali. (Daniel)

Exit mobile version