Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home2/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Urai Aliran Jarahan BTS Rp8 Triliun, Dua Ajudan Mantan Menkominfo Dicecar

Ada Apa dengan PT. JNP dan SGI?

JAKARTANEWS. Id-JAKARTA: Urai aliaran hasil jarahan Proyek BTS 4G sekitar Rp8, 032 triliun (T), Dua Ajudan Mantan Menkominfo Johnny G. Plate dicecar Kejaksaan Agung. 

Secara terpisah, ikut diperiksa kesekian kali Subkontraktor BTS,  PT. JIG Nusantara Persada (JNP) dan PT. Sarana Global Indonesia (SGI) guna jaring tersangka baru.

Sampai saat ini untuk Skandal BGS Jikid II baru menetapkan dua tersangka,  yakni Johnny G. Plate (JGP)  dan WP (tangan kanan) Komisaris PT. Sinergi Media Indonesia Irwan Hermawan.

Sementara 5 tersangka Skandal Jilid I atas nama Anang A. Latif, Galumbang MS,  Irwan Hermawan,  Yohan Suryanto dan Mukti Ali sudah masuk tahap dua dan segera dilimpahkan ke pengadilan.

Kapuspenkum Dr. Ketut tidak menyebutkan alasan diperiksanya dua ajudan JGP dan diperiksanya kembali Pengurus PT. JNP dan PT. SGI.

“Mereka diperiksa terkait penyidikan perkafa BTS sekaligus memperkuat pembuktian dan melengkapi pem erkasan,” katanya diplomatis,  Selasa (30/5).

BAP ANANG A. LATIF

Patut diduga pemeriksaan dua ajudan JGP berinisial AW dan NN guna mengecek kebenaran aliran dana Rp500 juta/bulan.

“Tentunya, untuk pemberksaan perkara JGP perlu diperdalam soal dugaan aliran dana tersebut,” ungkap sebuah sumber secara terpisah.

Informasi adanya aliran dana muncul dari BAP Anang A. Latif (Dirut BAKTI)  yang ditulis sejumlah media, belum lama ini.

Aliran dana itu diduga atas permintaan Johnny kepada Anang. Lalu,  diteruskan kepada Irwan Hermawan yang siap membantu Anang.

Pada titik ini, tidak diketahui status tersangka Irwan karena adanya bukti tersebut dan WP diduga sebagai pengantar?

“Itu sudah masuk ranah perkara. Tunggu saja di pengadilan,” elaknya.

NUSANTARA PERSADA

Pada bagian lain,  ikut diperiksa I selaku Direktur PT. JIG dalam rangkaian mencari tersangka baru.

Jauh sebelumnya,  telah diperiksa pemegang sama perusahaan yang bergerak di CME dan Jasa Konstruksi inisial DSE pada Senin (27/3) serta Direkturnya Lalo Yosep P. Siahaan pada Selasa (28/2).

Secara terpisah, diperiksa Direktur PT. Sarana Global Indonesia inisial BAA.

Subkontraktor Proyek BTS berbiaya Rp28, 3 triliun seperti PT. JIG N. Persada sebelumnya telah diperiksa.

Terakhir BAA diperiksa pada Senin (8/5) saat itu dalam keterangan diseburlt BEA. Entah BAA juga BEA?

Pemeriksaan pertama terhadap BEA dilakukan pada Selasa (21/3).

“Skandal BTS makin kesini makin menarik. Menarik karena tiga anggota konsoslrsium serta sejumlah subkontraktor diperiksa berulang,” ujar Aktifis Anti Korupsi Iqbal D. Hutapea secara terpisah.

Tentang kemungkinan status mereka berubah dari saksi bergantung kepada alat bukti?

“Parameternya jelas, Alat Bukti,’ akhirinya.  (ahi) 

 

Tinggalkan Balasan