Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home2/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Wali Kota Jakarta Pusat Minta ASN yang Pensiun Tetap Gali Potensi dan Beri Dukungan Sosial

JAKARTANEWS.ID-JAKARTA: Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Dhany Sukma menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pensiun kepada 16 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah mencapai Batas Usia Pensiun (BUP) Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 1 Juni 2023.

Penyerahan SK Pensiun ini berlangsung di Ruang Serbaguna Utama, Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Jalan Tanah Abang I, Gambir, Rabu (30/5) pagi.

Dalam laporannya, Kasubag TU Kepegawaian Kota Administrasi Jakarta Pusat Hadiyatun Nisa menjelaskan bahwa telah menyelesaikan penerbitan SK Pensiun sebanyak 16 orang ASN.

“16 orang tersebut terdiri dari Satpol-PP 2 orang, Kelurahan Duri Pulo 1 orang, PTSP 1 orang, Sudin Gulkarmat sebanyak 2  orang, Suban Aset JP  1 orang, Sudin KPKP 1 orang, Sudin Nakertransgi 1 orang, RSUD Johar Baru 1 orang dan Guru 6 orang,” katanya.

Di tempat yang sama, Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat  Dhany Sukma mengatakan, purnabakti merupakan proses alami yang pasti akan dilalui oleh setiap pegawai ASN.

“Ini adalah sebuah proses alamiah yang akan dialami oleh setiap ASN yang ada di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat,” ucapnya dihadapan para pensiunan.

Dhany juga mengucapkan selamat kepada ASN yang telah memasuki masa pensiun tersebut karena telah berhasil menyelesaikan tugas pengabdiannya dalam keadaan sehat wal’afiat dan bisa menuntaskan tugas-tugasnya dengan sangat baik.

“Purnabakti merupakan capaian tertinggi dari seorang ASN, dan proses yang alamiah artinya, semua yang ada di sini akan mengalaminya, tidak akan ada orang yang selamanya jadi ASN,” ucapnya.

Dhany pun berpesan, walaupun sudah memasuki masa pensiun jangan berhenti melakukan aktivitas. Karena di dalam diri manusia terdapat sebuah potensi yang apabila tidak digunakan maka potensi tersebut akan mati.

“Jangan berhenti dan tetap melakukan aktivitas, yang terbaik adalah melakukan aktivitas sosial. Di dalam diri manusia itu terdapat satu potensi yang apabila potensi itu digunakan maka akan berkembang tetapi, ketika tidak digunakan maka potensi tersebut akan mati itulah yang dinamakan dengan sel otak,” tandasnya. (Nugroho)

Tinggalkan Balasan