Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home2/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Mulyanto: Subsidi Listrik untuk Rakyat Miskin Harus Berdasarkan Data Akurat

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto meminta pemerintah tetap mengalokasikan dana subsidi listrik yang memadai untuk rumah tangga miskin dan rentan.

“Alokasi subsidi harus tepat sasaran berdasarkan basis data tingkat kemampuan ekonomi masyarakat yang hingga kini belum pulih pasca pandemi Covid-9,” kata Mulyanto kepada para wartawan, Kamis (1/6/2023).

Mulyanto juga minta anggaran subsidi listrik yang diajukan pemerintah bukan untuk pembelian kendaraan listrik, karena konsumen kendaraan listrik merupakan kelompok masyarakat mampu.

“Kami dukung upaya pemerintah mendorong subsidi yang tepat sasaran kepada mereka yang berhak sepanjang metodologi serta data yang digunakan benar- benar akurat,” ujar Wakil Ketua F-PKS Bidang Industri dan Pembangunan ini.

Karena itu, imbau Mulyanto, proses pemutakhiran data penerima subsidi harus dilakukan untuk menghindari ketidakakuratan data di lapangan.

“Bila data ini tidak akurat, alih-alih ingin memberi subsidi tepat sasaran yang ada malah mencoret rumah tangga miskin dan rentan yang selama ini menerima subsidi tersebut,” jelas Anggota Baleg DPR RI ini.

Legislator asal Dapil Banten 3 ini menambahkan pemerintah jangan memaksakan diri untuk mensubsidi pembelian mobil listrik untuk orang yang mampu, apalagi dengan mengambil dari dana subsidi listrik yang ada selama ini.

“Karena subsidi adalah mekanisme negara untuk membantu masyarakat yang kurang mampu, bukan ditujukan bagi orang kaya untuk membeli kendaraan mewah seperti mobil listrik,” pungkas Mulyanto.

Dalam RDP Komisi VII DPR RI dengan Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Selasa 30 Mei, diketahui pemerintah mengajukan besaran subsidi listrik untuk tahun 2024 sebesar Rp70,7-75,7 triliun untuk sekitar 50 juta pelanggan. Sementara pada tahun sebelumnya dianggarkan subsidi listrik sebesar Rp70,5 triliun untuk sekitar 40 juta pelanggan.

Dalam usulannya pemerintah mengajukan interpretasi foto rumah pelanggan sebagai kriteria dasar pemberian subsidi listrik. Apalagi diketahui lebih dari 22 juta foto rumah pelanggan bersubsidi tersebut tidak dapat diinterpretasikan. (Daniel)

Tinggalkan Balasan