Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home2/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Pabrik ALBA di Kendal Mampu Daur Ulang 48 Ribu Ton Limbah Botol per Tahun

JAKARTANEWS ID -JAKARTA: Kegiatan ground-breaking fasilitas baru PT ALBA Tridi Plastics Recycling Indonesia, joint venture antara pemegang saham mayoritas ALBA Group Asia dan partner joint venture ALBA Dian Kurniawati, menjadi langkah maju yang signifikan menuju realisasi target polusi plastik mendekati nol pada 2040.

“ALBA akan menyediakan pengetahuan teknologi dan keunggulan operasional serta kemampuan penjualan dan pemasaran global untuk hasil daur ulang berkualitas tinggi,” kata Dr. Axel Schweitzer, Owner dan Chairman ALBA Group Asia di Jakarta, Rabu (7/6/2023).
Pabrik baru ini akan dilengkapi dengan peralatan canggih yang mampu memproses botol minum PET dan mengubahnya menjadi cacahan plastik rPET kualitas tinggi dan pelet rPET food-grade. Teknologi canggih ini berasal dari produsen alat terdepan di Asia dan Eropa yang bisa memproduksi sekitar 36 ribu ton PET daur ulang per tahun, termasuk PET daur ulang food-grade.
Material berkualitas tinggi ini bisa digunakan untuk membuat kembali botol PET yang bisa dikonsumsi,
baik untuk pasar Indonesia maupun ekspor, karena rPET food-grade sangat diminati oleh berbagai industri konsumen sebagai upaya meningkatkan kesinambungan untuk memajukan ekonomi sirkular. Pabrik baru ini akan dibangun di area seluas 2,6 ha di Kawasan Industri Kendal, Jawa Tengah.
Dr. Schweitzer mengatakan ALBA Group Asia memiliki visi World Without Waste (Dunia tanpa Sampah). Oleh karena itu, pihaknya memperluas operasi ke Indonesia dan mendirikan fasilitas daur ulang di Kendal, Jawa Tengah.
Untuk proyek strategis ini, ALBA menggunakan keahlian dari Interzero, sister company ALBA dari Jerman, dalam mengembangkan konsep, membangun dan mengoperasikan pabrik ini untuk membantu Indonesia mengurangi dampak limbah plastik. Kami ingin meningkatkan jumlah pengumpulan limbah plastik di Indonesia dengan menciptakan pasar.
“Kami percaya akan dampak sosial positif dari proyek ini karena kami bekerja sama dengan pengepul lokal dan ini akan banyak membuka pekerjaan baru di wilayah sekitar,” pungkasnya.
Sedangkan Dian Kurniawati menyatakan sangat senang bisa bekerja sama dengan partner joint venture, ALBA, yang menunjukkan gender lens investing (GLI).
“Apalagi investasi ini tidak hanya bertujuan mengatasi masalah limbah dan menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga memberdayakan UMKM lokal dan pengusaha wanita seperti saya untuk meningkatkan kemampuan perusahaan. Saya yakin kerja sama ini dapat menjadi bukti nyata bagaimana isu sosial dan lingkungan dapat diatasi dengan kolaborasi strategis berbagai pemangku kepentingan,” ujar Dian.
Total investasi pabrik daur ulang itu mencapai sekitar 60 juta dolar AS. ALBA bekerja sama dengan Asian Development Bank (ADB) untuk membangun dan mengoperasikan pabrik baru ini sesuai standar teknis dan sosial tertinggi. (YOK)

Tinggalkan Balasan