Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home2/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Jamiluddin Ritonga Ungkap Kendala Lamanya Umumkan Cawapres

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Tiga bakal capres hingga saat ini belum mengumumkan cawapresnya.

Hal itu terjadi karena tiga bakal capres, Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo, memiliki elektoral yang seimbang. Hal itu akan membuat partai pengusung sangat berhati-hati dalam menentukan cawapres. Sebab, pemenang akan ditentukan oleh cawapresnya.

Demikian disampaikan Pakar Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga kepada para awak media, Jumat (9/6/2023).

Karena itu, menurut Jamiluddin, partai pengusung berupaya saling intip cawapres yang akan diusung kompetitor.

Partai pengusung, tutur Jamiluddin, perlu tahu kekuatan dan kelemahan cawapres pihak kompetiter. “Dengan begitu, setiap partai pengusung dapat memutuskan cawapres yang lebih tepat dan kompetitif dibandingkan cawapres kompetiternya,” jelas Dosen Pasca Sarjana Fikom Universitas Esa Unggul, Jakarta ini.

Harapannya, lanjut Jamiluddin, cawapres yang diusung dapat membantu mendulang suara yang lebih besar daripada cawapres kompetitor. “Dengan begitu, peluang menang akan lebih besar,” ulas Jamiluddin.

Jamiluddin menilai, pola pikir itu tentu ada plus minusnya. Plusnya, partai pengusung berpeluang lebih cermat dalam memilih cawapres. “Dengan begitu, cawapres yang dipilih berpeluang lebih tepat baik dalam kesamaan visi dan misi maupun peluang meningkatkan elektoral pasangan,” terang Dekan Fikom IISIP, Jakarta 1996-1999 ini.

Hanya saja, ingat Jamiluddin, penentuan cawapres yang terlalu lama dapat menggoyahkan koalisi pengusung. “Peluang setiap koalisi saling goda untuk melemahkan koalisi lainnya sangat terbuka,” ujar Jamiluddin.

Karena itu, sambung Jamiluddin, bila koalisi pengusung sudah sangat solid, tentu waktu penentuan cawapres sudah tidak jadi masalah. “Apalagi kalau koalisi pengusung sudah sepakat cawapres yang akan diusung,” imbuh Penulis Buku Riset Kehumasan ini.

Berbeda halnya bila koalisinya belum solid dan belum sepakat cawapres yang akan diusung, tambah mantan Sekjen Media Watch ini, tentu peluang koalisi bubar sangat terbuka. “Koalisi seperti ini sebaiknya cepat menyepakati cawapresnya dan segera mengumumkannya. Koalisi tak perlu menunggu cawapres koalisi lainnya diumumkan, apalagi hanya menunggu momentum,” pungkas Jamiluddin Ritonga. (Daniel)

Tinggalkan Balasan