Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home2/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Polisi Tak Boleh Takut terhadap Ancaman Premanisme, Kombes Hengki Telah 3 Kali Tangkap Hercules

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan dengan tegas bahwa dia telah 3 kali menangkap Hercules. Soal ancaman Hercules, Hengki menjawab tidak takut melawan preman.

“Negara tidak boleh kalah dengan premanisme, tidak ada kelompok manapun yang bergerak melawan hukum,” kata Hengki dengan tegas menanggapi ancaman Hercules di Polda Metro Jaya, pada Jumat (9/6/2023) sore.

Lanjut Hengki, Hercules pernah ditangkap pada tahun 2013 di kawasan Kembangan. Ketika dirinya menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat. Saat itu Hengki Haryadi bersama Brigjen Herry Heryawan yang saat itu menjabat sebagai Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, menangkap Hercules dan 49 anak buahnya atas kasus pemerasan dan melawan petugas.

Kemudian Polda Metro Jaya saat itu menahan Hercules atas kasus melawan petugas. Hercules menjalani penahanan dan saat keluar dari penjara, ia kembali ditangkap Hengki Haryadi atas kasus pemerasan.

Selanjutnya, pada tahun 2017 saat dirinya menjabat sebagai Kapolres Metro Jakarta Barat pernah menangkap Hercules di kasus pemerasan dan pendudukan lahan di Kalideres.

Sebelumnya melalui video yang viral, Hercules menebar ancaman kepada Hengki Haryadi. Kemudian Hercules menyampaikan permintaan maaf atas ucapannya tersebut.

“Kombes Hengki Haryadi ya, gue nggak takut sama dia. Kau kecil Hengki Haryadi. Anggota saya ada 1.000.400. Ini biar Pak Kapolri, Pak Sigit biar dengar saya bicara ini,” kata Hercules di dalam video tersebut.

Akan tetapi, belakangan Hercules menyampaikan permintaan maaf. Hercules mengaku pernyataannya itu hanya spontanitas.

“Saya Hercules, pertama mengucapkan minta maaf sebesar-besarnya kepada Pak Hengki, atas kemarin kejadian salah paham mengenai orang memberi berita ke saya. Pak Hengki katanya ada TO saya, ada target saya, ternyata itu terhadap orang itu, ternyata salah sampai ke acara saya, ada sedikit spontanitas di luar kesadaran, iya, ada saya mengeluarkan kata-kata yang kurang baik,” ujarnya.

Hengki angkat bicara soal video viral Hercules tersebut. Hengki memaafkan Hercules. Akan tetapi, Hengki menegaskan, jika Hercules melakukan tindak pidana di kemudian hari, tiada alasan baginya untuk meminta maaf.

“Setelah viral, tiba-tiba Hercules minta maaf. Sebagai insan beragama, kalau orang minta maaf, ya kita maafkan,” kata Hengki.

Hengki menegaskan pihaknya tidak akan berkompromi dengan praktik premanisme. Ia kemudian menyinggung fenomena silent sound, suara-suara diam di masyarakat yang ditindas premanisme.

“Kadang-kadang mereka ini ya korban-korban ini menjadi korban, takut untuk melaporkan. Dari dulu seperti itu, dan ini fenomena ini kita temukan juga di daerah-daerah,” katanya.

Hengki mengatakan negara tidak boleh kalah terhadap premanisme maupun kelompok tertentu. Hengki menegaskan pihak kepolisian akan memproses hal tersebut.

Hrngki menegaskan akan menindak tegas aksi premanisme. Semakin preman melawan, polisi akan melakukan tindakan lebih tegas.

“Oleh karenanya apabila ada ada pelaku kejahatan yang termasuk aksi premanisme yang berusaha melawan petugas, semakin melawan akan kami tabrak,” tegasnya.

Hengki mengatakan pihaknya tidak ada tendensi pribadi dalam menindak premanisme. Penindakan terhadap premanisme dilakukan semata-mata untuk membuat masyarakat nyaman dan aman.

“Tidak ada tendensi pribadi dalam pengungkapan kasus kasus premanisme. Utama kita berdasarkan keresahan masyarakat, fakta hukum dan tentunya disidang dan diadili secara terbuka. Kalau masyarakat resah akan aksi premanisme, maka wajib kami berantas,” tuturnya.

Hengki mengatakan pengancaman terhadap aparat penegak hukum tidak boleh terjadi lagi. Polisi tak boleh takut menghadapi ancaman preman.

“Fenomena ancam-mengancam terhadap petugas, tidak boleh terjadi lagi. Kalau polisi takut terhadap ancaman dari kelompok preman, siapa yang akan lindungi masyarakat dari ancaman preman?” pungkasnya. (Amin)

Tinggalkan Balasan