Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home2/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Korupsi Dana Pemilu, Kajati Sumsel: Akan Disikat. Tidak ada Ruang Bagi Oknum Penyelenggara Pemilu yang Nakal

KN Bawaslu OKU Selatan Sebesar Rp3,3 M

JAKARTANEWS.ID-JAKARTA: Terungkap,  kerugian negara (KN) ulah Ketua Bawaslu Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan yang mengacak -acak Dana Hibah Pilkada Serentak 2019 – 2020 sebesar Rp3, 3 miliar (M). 

Perhitungan kerugian negara diperoleh dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Sumsel.

Selain, Ketua Bawaslu Periode 2019-2022 Heri Afrizon, Kejaksaan Negeri (Kejari) OKU Selatan juga mentersangkakan Bahdozen (Koordinator Sekretariat  2109 – 2023) dan Chandra Putra Wijaya (Bendahara 2019-2023).

Ketiga tersangka ditetapkan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor 03/L 6.23/Fd.1/01/2023 tanggal 02 Januari 2023. Sehari kemudian, mereka ditahan.

“Tim Penyidik Pidsus Kejari OKU Selatan telah menerima hasil PKN dari BPKP sebesar Rp3,3 miliar,” kata Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumsel Sarjono Turin,  Senin (12/6).

Menjawab pertanyaan Jakartanews.id., Turin memberikan sinyal kepada para pihak yang mencoba-coba menyalahgunakan Dana Hibah untuk Pilkada dan Pemilu akan disikat sesuai hukum berlaku.

“Tidak ada ruang bagi oknum-oknum penyelenggara Pemilu yang nakal. Kami akan tindak tegas (sikat,  Red) sesuai ketentuan hukum berlaku,  ” tegasnya menjawab pertanyaan Jakartanews. Id

Dia meminta semua Kejari di wilayah hukum Sumsel untuk menjadikan capaian Kejari OKU Selatan sebagai motivasi untuk bekerja maksimal. Selain itu,  kinerja Kejari Ogan Ilir dan Prabumulih patut dicontoh.

“Saya mengapresiasi kinerja mereka dan terus mendorong bekerja lebih baik. Juga kepada Kejari lain guna meningkatkan kinerjanya,” pintanya.

OGAN ILIR

Turin menyampaikan pula saat bersamaan juga disidik perkara serupa, tapi oleh Kejari OI dan ditetapkan 3 tersangka atas nama Dermawan Iskandar (Ketua Bawaslu), Karlina dan Idris pada Rabu (31/5).

Ketiga Komisioner Bawaslu Ogan Ilir adalah pengembangan perkara sebelumnya atas nama Aceng Sudrajat,  Herman Fikri dan Romi.

Penetapan ketiga tersangka diapresiasi oleh Ketua DPRD Kabupaten Ogan Ilir Soeharto Hasyim.

“Bila di OKU Selatan kerugian negara Rp3, 3 miliar, maka perkara Pengelolaan Dana Hibah untuk Pilkada,  2020 sebesar Rp7, 4 miliar,” ungkapnya.

Terhadap ketiga tersangka juga dilakukan penahanan sejak 31 Mei lalu.

“Sesuai Komitmen Pimpinan Kejaksaan,  kami akan bertindak tegas terhadap para pihak yang mencoba-coba salah gunakan dana hibah untuk penyelenggaran Pemilu, ” pungkasnya. (ahi)

Tinggalkan Balasan