Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home2/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Lindungi PMI, Mufida Dorong Pemerintah dan Stakeholder Tingkatkan Program Re-Skilling

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Kalau bicara tentang perlindungan pekerja migran Indonesia (PMI), kita punya satu Undang-Undang (UU), satu regulasi yaitu Nomor 18 Tahun 2017 tentang perlindungan pekerja migran Indonesia. PR-nya adalah implementasi dari undang-undang ini, artinya undang-undang ini sudah lahir sejak tahun 2017, tetapi implementasinya masih sangat lemah, ini yang mesti kita dorong.

Sudah banyak hari di saat pandemi, teman-teman PMI ini menjadi salah satu komunitas ataupun kelompok masyarakat Indonesia, warga negara Indonesia yang berada di luar negeri yang wajib mendapatkan perlindungan, punya hak yang sama untuk mendapatkan perlindungan, tetapi memang kita harus terus berupaya untuk meningkatkan perlindungan terhadap teman-teman pekerja migran Indonesia.

Demikian disampaikan Anggota Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati saat menjadi narasumber Dialektika Demokrasi bertema “Upaya Pemerintah dan DPR Lindungi Pekerja Migran Dari Kasus Kekerasan” di Ruang Diskusi Media Center, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (15/6/2023).

Mufida menyatakan, Komisi IX DPR RI bersama dengan Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) bersama dengan BP2MI berupaya untuk bisa melakukan perbaikan-perbaikan di dalam mewujudkan perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia.

“Sebenarnya yang mengalami permasalahan dan persoalan terkait dengan perlindungan ini tidak hanya perempuan, karena banyak juga teman-teman pekerja migran Indonesia ini yang berangkat tapi dalam keadaan gelap gulita, itu kita sebut un-proseduril. ini yang agak sulit kita advokasi kalau memang pengirimannya melalui un-prosedur ataupun tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” papar Mufida.

Mufida mengatakan, sebenarnya permasalahan ini sudah sangat sering terjadi, hanya mungkin baru terekspos akhir-akhir ini.

“Banyak sekali sebenarnya teman-teman PMI khususnya yang domestik ya di kerjanya di rumah tangga, di keluarga, di beberapa negara secara khusus, itu sudah sering mengalami tindak kekerasan, baik itu tindak kekerasan seksual maupun tidak kekerasan yang lainnya,” ujar Politisi PKS ini.

Sebagai sesama warga negara Indonesia, Mufida merasa miris ketika melihat saudara setanah air sebangsa dan senegara itu mengalami situasi yang tidak baik ataupun tidak adil di negara yang lain.

“Di sinilah kehadiran negara ya diperlukan yang bisa berkolaborasi dengan berbagai stakeholder yang lain. Jadi memang pemerintah ini harus meningkatkan perlindungannya terhadap teman-teman pekerja migran Indonesia yang spesial untuk teman-teman perempuan,” tutur Mufida.

Mufida juga merasa sangat prihatin dan sangat menyayangkan terjadinya banyak sekali tindak kekerasan, baik itu tidak kekerasan seksual maupun tidak kekerasan yang lain yang terjadi pada PMI khususnya, kaum perempuan.

“Kita juga harus meningkatkan skill dari teman-teman PMI kita, karena ternyata kemarin kita baru berbincang-bincang misalnya dengan Korea Selatan dengan Jepang, skill-skill ini sangat penting kalau tidak kalau unskill maka memang penempatannya akhirnya tidak akan sesuai,” ungkap Mufida.

Legislator asal Dapil DKI Jakarta 2 ini juga mendorong agar pemerintah dan para stakeholder meningkatkan program re-skiling.

“Kita juga dorong BP2MI untuk bisa menjalankan fungsi dan perannya secara maksimal melalui fungsi budgeting kami dan fungsi pengawasan kami di Komisi IX DPR,” pungkas Kurniasih Mufidayati. (Daniel)

Tinggalkan Balasan