Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home2/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Dilarang Gunakan Kantong Plastik, Panitia Pemotongan Hewan Kurban Wajib Patuhi Pergub DKI No.142/2019

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta memberikan surat edaran kepada para panitia pemotongan hewan kurban untuk mematuhi Pergub Nomor 142 Tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan. Selain itu, pedagang hewan kurban juga wajib mengelola kotoran sapi, kambing, dan lainnya agar tidak mencemari lingkungan.

Kepala DLH DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan, panitia pemotongan hewan kurban, baik yang berada di area masjid atau tempat lainnya harus menerapkan prinsip Eco-Qurban. “Panitia harus bisa menjaga kebersihan tempat hewan kurban, tidak membiarkan limbah berceceran dan menggunakan wadah ramah lingkungan. Selain itu, daging yang dibagikan kepada masyarakat harus sehat dan bersih,” ujar Asep di Jakarta, Senin (19/6).

Sebelum dan sesudah pelaksanaan kurban, hewan ternak tersebut juga membuang limbah. “Kotoran ini harus diurus dengan baik, misalnya melalui komposting komunal atau penimbunan. Praktik pembiaran limbah ini sangat berbahaya karena potongan jeroan hewan menjadi media berkembangnya patogen yang dapat menularkan penyakit. “Selain itu, limbah bisa membuat kondisi badan air menjadi tercemar terutama pembuangan di saluran air,” kata Asep. Limbah hewan kurban bisa menyebabkan beberapa penyakit seperti Hepatitis, Tifus, dan Penyakit Mata serta Kuku (PMK).

Seusai pemotongan, kata Asep, panitia harus segera mendistribusikan daging ke masyarakat agar dapat segera diolah menjadi makanan di rumah. “Panitia juga dilarang menggunakan kantong plastik untuk pembungkus daging, melainkan agar menggunakan wadah ramah lingkungan. Misalnya daun pisang, daun talas, daun jati, besek bambu, besek daun kelapa dan besek daun pandan.
Penggunaan wadah ramah lingkungan ini merupakan tindak lanjut Pergub DKI Jakarta Nomor 142 Tahun 2019,” ucap Asep.

Pelarangan penggunaan kantong plastik karena benda itu adalah jenis sampah yang susah dimusnahkan dan membutuhkan waktu puluhan tahun untuk terurai secara alamiah. Selain itu, kantong plastik kresek hitam merupakan hasil dari proses daur ulang plastik bekas pakai yang mengandung zat karsinogen dan berbahaya bagi kesehatan. “Dalam proses pembuatanya juga pakai tambahan berbagai bahan kimia yang tidak ramah bagi kesehatan,” tandas Asep.

Khususnya kepada para pedagang hewan kurban agar kegiatan tersebut tidak terlalu mengganggu lingkungan. “Kotoran dan sisa makanan harus dikubur agar tidak menebarkan bau tak sedap. Kalau hal ini tidak diindahkan, maka bakal ditindak tegas,” pungkasnya. (joko)

Exit mobile version