Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home2/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Kelurahan Duren Tiga Jadikan Makam Ki Kentung Percontohan Penata Kawasan

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Administratif Jakarta Selatan Mukhlisin, SE, MA bersama Tim peninjau lapangan penata kawasan unggulan TW II, kedua tempat Keluraha Duren Tiga dan Kelurahan Pasar Minggu, Rabu (14/6/2023).

Dalam kunjungan Kekelurahan Duren Tiga, Muklisin di dampingi Lurah Duren Tiga Muhammad Mursit, S.IP.MM. menuju Wakaf makam keluarga H Abdul Muhith bin Taiman (Ki Kentung) yang menjadi sala satu penata kawasan utama bagi Kelurahan Duren Tiga.

Mursid Menjelaskan, dalam rangka penataan kawasan, Kelurahan Duren Tiga menata 3 titik, seperti di Jalan Asmawi dengan membuat Murai bernuansa rumah Betawi,pembuatan Garden dan Pojok Sehat.

“Yang paling utama adalah kita menata makam warga,” ujar Mursit.

Menurut Mursid,Kelurahan Duren Tiga memiliki 32 makam wakaf yang mana kondisinya seperti kurang diperhatikan, banyak rerumputan yang sudah tinggi terkesan kumuh. Dia menceritakan ketika menjelang bulan puasa lalu, pihaknya mengajak warga masyarakat dan keluarga ahli waris wakaf makam untuk kerja bakti menata dan merapikan makam dari tanaman liar menjadi makam yang rama lingkungan.

“Dari kerja bakti itu timbul ide atau gagasan dari warga bersama RT,RW dan FKDM untuk menjadikan makam menjadi percontohan penata kawasan yaitu makam Ki Kentung yang terletak di RW03,” tandasnya.

Dengan makam yang tertata bersih dan rapih tentu menjadi keinginan warga maka dari itu Mursid berharap warga untuk memelihara makam tersebut dengan baik. Sebab menurut Mursid Makam Ki Kentung sudah menjadi makam percontohan.

Bagi Mursid program PJ Gubernur itu bukan hanya tiga bulan sekali dilaksanakan menata kawasan tetapi terus menerus dilakukan. Mursit menandaskan pihaknya juga mendirikan pojok kesehatan, supaya para kader bekerjasama dengan Puskesmas mengadakan kegiatan penimbangan bayi atau Postandu.

“Oleh karena itu kita tata menjadi pojok toga, bisa di tanamani sayuran,” ujar Mursid. (John A)

Tinggalkan Balasan