Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home2/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Lucy Kurniasari Ajak Masyarakat Budayakan Kembali Gotong Royong

JAKARTANEWS.ID – SURABAYA: Para leluhur sudah menjadikan gotong royong sebagai budaya bangsa. Wujudnya bisa dalam bentuk kerja bakti membangun sarana umum, membersihkan lingkungan, tolong menolong saat pesta pernikahan atau upacara adat, dan bahkan tolong menolong saat terjadi bencana alam. Biasanya bentuk pertolongan yang diberikan berupa bahan makanan, uang, dan tenaga.

Karena itu, gotong royong sudah dikenal dan menjadi tradisi bagi bangsa Indonesia sejak zaman dahulu. Dalam sistem kerja masal kegiatan-kegiatan pembangunan, masyarakat selalu menggunakan gotong royong, baik untuk pembangunan sarana umum maupun pribadi.

Demikian disampaikan Anggota MPR RI Lucy Kurniasari saat menjadi pembicara pada Sosialisasi Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara MPR RI di Gayungan, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (20/6/2023) yang dihadiri sekitar 150 orang peserta.

Lucy mengatakan, sistem kerja sama tersebut kemudian mendarah daging dan menjadi karakter sosial bangsa Indonesia. “Hingga saat ini, nilai-nilai yang terkandung dalam gotong royong pun masih terus ditanamkan terutama di masyarakat pedesaan,” kata Lucy.

Hanya saja, Lucy menyayangkan, di perkotaan, gotong royong sudah jarang terlihat. “Hal itu semakin langkah di perumahan yang diisi komunitas elite. Di wilayah seperti ini praktis sudah tidak terlihat lagi gotong royong,” jelas legislator asal Dapil Jatim 1 ini.

Sementara, lanjut Lucy, di daerah padat, yang status sosial ekonomi warganya menengah bawah, masih ditemukan budaya gotong royong. “Masih terlihat warga yang membersihkan got, membersihkan rumah ibadah, ikut ronda malam, menanam pohon bersama, dan fasilitas umum lainnya. Mereka melakukan hal itu kerapakali disaat hari libur, disaat mereka tidak bekerja,” ungkap Lucy.

Lucy meyakini, dengan bekerja bersama-sama, maka beban yang berat akan terasa ringan bila diangkat bersama. “Lahan yang luas akan dapat dikerjakan lebih cepat bila dikerjakan bersama-sama secara sukarela,” beber Lucy.

Lucy mengungkapkan, gotong royong adalah salah satu bentuk pengamalan Pancasila sila ke-5, yaitu Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. “Ini bermakna bahwa perbuatan luhur yang patut dikembangkan dalam sikap hidup sehari-hari adalah gotong royong,” imbuh Ketua DPC Partai Demokrat Kota Surabaya ini.

Menurut Lucy, perilaku gotong royong sebaiknya dimulai dari dalam keluarga. “Anak membantu orang tua dalam pekerjaan rumah sehari-hari adalah sesuatu yang baik. Demikian pula sebaliknya, orang tua membantu anak untuk belajar mempersiapkan masa depannya agar kuat dan berakhlak mulia,” sebut Lucy.

Lucy mengatakan, kalau budaya gotong royong sudah terbentuk di keluarga, diharapkan budaya itu akan ditularkan di masyarakat sekitarnya. “Hal itu akan berlanjut ke masyarakat yang lebih luas,” yakin Lucy.

Lucy pun mengajak masyarakat untuk menumbuhkan kembali budaya gotong royong baik di rumah maupun di daerah sekitar. “Hal itu diperlukan agar gotong royong kembali menjadi ciri khas dan identitas bangsa Indonesia yang harus dimiliki oleh seluruh lapisan masyarakat,” terang Lucy.

“Dengan adanya kesadaran untuk bekerja secara bersama-sama maka akan menghasilkan produktivitas kerja yang meningkat dan mendorong tercapainya persatuan dan kesatuan bangsa,” sambung Anggota Komisi IX DPR RI ini.

Lucy menyebut, hal itu sesuai dengan peribahasa “ringan sama dijinjing, berat sama dipikul”, atau nasehat seperti “pekerjaan akan mudah diselesaikan apabila dilakukan bersama sama”. “Hal itu menunjukkan betapa pentingnya nilai kegotongroyongan dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Lucy.

Selain itu, tambah Ning Surabaya 1986 ini, gotong royong juga bermanfaat untuk terciptanya rasa solidaritas, pekerjaan selesai dengan cepat, persaudaraan dan kebersamaan semakin erat, serta ketentraman dan kedamaian akan diperoleh.

“Jadi, selain mengamalkan sila kelima Pancasila, melalui gotong royong kita sudah melestarikan budaya bangsa. Kita juga mendapat manfaat yang luar biasa bila kita mengamalkan gotong royong,” pungkas Lucy Kurniasari. (Daniel)

Tinggalkan Balasan