Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Antraxs Mewabah di Gunung Kidul, Rahmad Handoyo: Dilarang Keras Konsumsi Hewan Sakit

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo berpendapat, kasus penyakit menular antraxs yang saat ini mewabah di Kabupaten Gunung Kidul, Yogjakarta adalah bukti masyarakat belum memahami sepenuhnya ikhwal antraxs itu.

“Saya kira, kejadian di Gunung Kidul ini menunjukkan kepada kita masyarakat belum teredukasi dengan baik ikhwal penyakit menular ini. Masyarakat mungkin sudah sering mendengar ada penyakit yang disebut antraxs tapi mereka belum memahami betul bagaimana proses penularannya,” kata Rahmad kepada para wartawan, di Jakarta, Sabtu (8/7/2023)

Karena itu, lanjut Legislator PDI Perjuangan (PDIP) ini, kejadian di Gunung Kidul saat ini harus dijadikan momentum untuk mensosialisasikan kembali bahaya antraxs kepada masyarakat.

“Masyarakat harus diedukasi secara masif bagaimana cara mencegah munculnya antraxs. Masyarakat harus tahu bagaimana proses penularannya dan bagaimana cara pengobatannya jika sudah terjangkit,” kata Rahmad.

Rahmad mengatakan, masyarakat harus tahu dan memahami, spora antraxs—yang menulari penyakit berbahaya ini—bisa hidup berpuluh-puluh tahun di tanah.

Spora ini, sebut Rahmad, bisa menyebar ke hewan ternak seperti sapi, kambing, domba, atau hewan herbivora lainnya.

“Antraxs bisa muncul kapan saja. Apalagi, disebut-sebut spora antraxs bisa hidup berpuluh-puluh tahun. Tapi antraxs tentu saja bisa dihindari, caranya dengan pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan yang dimasak dengan matang,” ujar Rahmad.

Ditambahkan Rahmad, masyarakat juga harus diajari agar ternak yang mati tidak serta merta dikubur. Kalau terbukti antraxs seyogianya dibakar atau dikubur sedalam-dalam di tanah.

“Ingat loh, spora antraxs itu bisa hidup berpuluh-puluh bahkan ratusan tahun. Spora itu bisa menjangkiti hewan dan hewan yang sakit tersebut bisa menjangkiti manusia,” tutur Rahmad.

Bercermin dari kasus di Gunung Kidul, Rahmad menyatakan, hal yang sangat penting adalah larangan memakan bangkai hewan yang berpenyakit.

“Harus ada larangan keras, agar warga tidak memakan bangkai hewan berpenyakit. Kita kan tidak tahu apakah hewan sakit itu Antrak, Rabies atau penyakit kuku. Kalau sudah sakit yang dibakar atau dikubur saja,” tegas Rahmad.

Handoyo berujar, meskipun wabah antraxs saat ini merebak di Gunung Kidul, masyarakat tidak harus panik, melainkan harus waspada dan lebih care.

“Sekali lagi, masyarakat harus paham apa itu Antraxs, apa itu rabies dan penyakit menular lainnya. Kalau sudah paham, tentu penyakit berbahaya tersebut bisa dihindari,” imbuh Rahmad.

Lebih jauh, Legislator asal Dapil Jateng 5 ini mendorong pemerintah pusat untuk berkolaboras dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian dan Ditjen Peternakan untuk mendesain cara mencegah penyakit menular yang diakibatkan dari hewan ke manusia.

‘Kolaborasi ini juga harus memberikan informasi yang masif ke masyarakat, sehingga bisa meminimalisasi kejadian yang tidak diharapkan. Sukses sosialisasi ini ada di pemerintah daerah dan dinas,” pungkas Rahmad Handoyo.

Seperti diketahui, kasus antraks kembali merebak di Gunungkidul, Yogyakarta. Dikabarkan, penyakit menular tersebut bermula karena warga makan sapi yang sebelumnya sudah dikubur.

Sebanyak tiga warga di Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DI Yogyakarta itu dinyatakan meninggal dan 93 pasien dinyatakan positif antraxs. (Daniel)

Tinggalkan Balasan