Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home2/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Kejagung Sasar Pembelian Emas Tidak Bersertifikat LBMA oleh PT. Antam

Kantongi Calon Tersangka Impor Emas ?

JAKARTANEWS.ID-JAKARTA: Usai garap impor-pemurnian emas dan mengantongi calon tersangka, kini Kejaksaan Agung menggarap kasus pembelian emas  yang tidak bersertifikat LBMA (London Bullion Market Association) oleh PT. Antam. 

Pembelian emas ini bagian sejumlah objek penyidikan perkara pengelolaan kegiatan usaha komoditi emas,  sejak 2010- 2022.

Model penyidikan ini mengingatkan perkara di PT. Waskita Beton Precast yang terakhir menyidik jual beli tanah plant di Desa Margagiri,  Serang.

Namun, usai periksa Bupati Kabupaten Serang Ratu Atut Chasanah dan anak buahnya, tidak satu pun unsur pemerintah ditetapkan tersangka dan mentok pada HA (unsur Swasta).

Kapuspenkum Ketut Sumedana mengatakan para pihak yang diperiksa dalam Skandal Emas,  terdiri RNDM selaku LBMA Compliance Officer Tahun 2020 dan BEP (Tim Assessment London Bullion Market Association) 2020.

“Kedua saksi diperkuat guna perkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan perkara,” katanya,  Selasa (11/7).

Dalam keterangannya,  tidak dijelaskan modus kejahatan pembelian emas yang tidak bersertifikat LBMA oleh PT. Antam (Aneka Tambang).

Diantaranya, emas dengan merk Korea Zinc yang diperoleh dari ICBC Bank Bullion.

BERSINGUNGAN?

Perjalanan perkara ini makin menarik seiring ditemukan lalu lintas uang mencapai Rp189 triliun oleh PPATK terkait kegiatan komoditi emas.

Belum diketahui, lalu lintas uang yang mengejutkan  yang ditemukan PPATK terkait penyelidikan oleh Satgas Bentukan Kementerian Polhukam soal temuan aliran dana “gelap” sekitar Rp300 triliunan lebih, terkait dengan perkara yang disidik ?

“Soal terkait atau tidak,  tentunya skandal seputar usaha komoditi emas ini yang luput perhatian Publik perlu diungkap agar diketahui modus dan pelakunya,” pinta Ketua Tim Advokasi Patriot Indonesia (TAPI) Iqbal Daud Hutapea secara terpisah.

Selain itu,  tambah Iqbal dalam Tahun Politik berbagai spekulasi bisa saja muncul, terutama soal pembiayaan dan pemenangan Capres tertentu.

“Sesuai komitmen pemerintah bahwa Pemilu harus berjalan Jurdil, maka sangat mendesak skandal itu dituntaskan sehingga Pemilu dan Pilpres tidak tercederai, ” akhirinya.

CALON TERSANGKA

Seiring hampir rampungnya penyidikan perkara impor emas dan pemurnian siapa saja calon tersangka mengemuka.

“Kita tidak ingin mendahului,  namun saya sepakat berulangnya diperiksa sebagai salah satu indikator. Meski, akhirnya alat bukti sebagai ukuran sejatinya,” tutur sebuah sumber secara terpisah.

Dalam perkara impor emas, dua Direktur Ditjen Bea dan Cukai (BC),Mantan Kepala Kantor dan Kabid Penindakan dan Penyidikan BC Bandara Soetta, Pejabat Antam serta Importir Emas diperiksa.

Kedua Direktur Ditjen BC,  adalah R. Fajar Donny Tjahyadi (Direktur Teknis Kepabeanan) dan Direktur Penindakan dan Penyidikan Bahaduri Wijayanta Bekti Mukarta.

Eks. Kepala Kantor BC Bandara Soetta, adalah  Finari Manan (sejak 2023 ditunjuk sebagai Kepala Kanwil DJBC Jabar) dan Kabid Penindakan dan Penyidikan Kantor BC Bandara Soetta Budi Iswantoro yang bahkan diperiksa dua hari beturut-turut pada Selasa (30/5) dan Rabu (31/5).

Pejabat Antam,  diantaranya Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Elisabeth RT. Siahaan yang diperiksa dua kali pada Selasa (20/6) dan Selasa (4/7).

Lainnya,  HTM (Eks. Senior Vice President Internal Audit) dan Senior Vice President Internal Audit inisial AM.

Sementara Importir,  antara lain PT. Antam, PT. Indah Golden Signature, PT. Untung Bersama Sejahtera, PT. Viola Davina,  PT. Karya Utama Putra Mandiri serta PT. Royal Raffles Capital.

Sedangkan terkait pemurnian emas, antara lain ID (GM Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia).

Serta,  MF (Manager Finance Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia) dan MAK (Trading and Service Manager Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia) Antam. (ahi) 

Tinggalkan Balasan