Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home2/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Temukan Tersangka Pembelian Emas, Koordinator-Staf LBMA Antam Dicecar

Kasus Impor Emas Bakal Diekspos

JAKARTANEWS.ID -JAKARTA: Temukan tersangka perkara pembelian emas tidak bersertifikat LBMA oleh PT. Antam, kembali Kejagung cecar Koordinator dan Staf LBMA Antam. 

Kali ini, giliran AM selaku Koordinator Implementation Champion/Compliance Officer (LBMA) Tahun 2013 dan MAP selaku Staf LBMA (London Bullion Market Association) Tahun 2020.

Hingga selesai pemeriksaan belum diketahui jumlah pembelian emas tidak bersertifilat LBMA  serta dampak kepada industri sejenis.

Kapuspenkum Ketut Sumedana hanya mengatakan mereka diperiksa terkait perkara pengelolaan kegiatan usaha komoditi emas,  2010 – 2022.

“Upaya tersebut dalam rangka membuat terang tindak pidana (guna mencari tersangka,  Red),” katanya,  Rabu (12/7).

Seperti disampaikan Ketut pada Jumat (25/3/2022), penyidikan Skandal Emas tidak hanya terkait impor dan pemurnian emas, tapi juga terkait pembelian emas yang tidak bersertifikat LBMA oleh PT. Antam (Aneka Tambang).

Diantaranya, emas dengan merk Korea Zinc yang diperoleh dari ICBC Bank Bullion.

Sehari sebelumnya, Kejagung memeriksa
RNDM (LBMA Compliance Officer Tahun 2020) dan BEP (Tim Assessment London Bullion Market Association) 2020.

HITUNGAN HARI

Sementara itu penyidikan perkara impor emas dan pemurnian emas sudah memasuki babak akhir guna dibawa ke Forum Ekspose guna menetapkan tersangka.

“Informasinya demikian, tapi kapan waktunya saya hands up (angkat tangan),” ungkap sebuah sumber terpisah.

Dalam impor emas dua Direktur Ditjen Bea dan Cukai (BC), Eks.  Kepala Kantor dan Kabid Penindakan dan Penyidikan BC Bandara Soetta, Pejabat Antam serta Importir Emas telah diperiksa.

Kedua Direktur Ditjen BC,  adalah R. Fajar Donny Tjahyadi (Direktur Teknis Kepabeanan) dan  Direktur Penindakan dan Penyidikan Bahaduri Wijayanta Bekti Mukarta.

Eks. Kepala Kantor BC Bandara Soetta, adalah  Finari Manan (sejak 2023 ditunjuk sebagai Kepala Kanwil DJBC Jabar) dan Kabid Penindakan dan Penyidikan Budi Iswantoro yang bahkan diperiksa dua hari beturut-turut pada Selasa (30/5) dan Rabu (31/5).

Pejabat Antam,  diantaranya Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Elisabeth RT. Siahaan yang diperiksa dua kali pada Selasa (20/6) dan Selasa (4/7).

Lainnya,  HTM (Eks.  Senior Vice President Internal Audit) serta Senior Vice President Internal Audit inisial AM.

IMPORTIR

Sementara kalangan Importir yang sudah  diperiksa dan bahkan digeledah kantornya, antara lain PT. Antam, PT. Indah Golden Signature (IGS), PT. Untung Bersama Sejahtera (UBS) , PT. Viola Davina,  PT. Karya Utama Putra Mandiri serta PT. Royal Raffles Capital.

Khusus, IGS dan UBS sudah digeledah dam diperoleh sejumlah alat bukti yang siqnifikan pada Rabu (10/5) lalu.

Importir lain yang belum diperiksa, adalah PT. Jardin Trako Utama,  PT. Lotus Lingga Pratama,  PT. Indo Karya Sukses dan PT. Bumi Satu Inti.

Sedangkan terkait pemurnian emas, antara lain ID (GM Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia).

Serta, MF (Manager Finance Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia) dan MAK (Trading and Service Manager Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia) Antam.

“Kita berharap para tersangka segera ditetapkan. Mengingat kasus ini sudah lama terjadi, namun sebatas isu, ” komentari Pegiat Anti Korupsi Iqbal D. Hutapea secara terpisah. (ahi) 

Tinggalkan Balasan