Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home2/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Warga Sunter Sedang Resah, Petugas Sudin KPKP Jakut Datangi Tempat Terjadinya Puluhan Kucing Mati Mendadak

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Puluhan kucing di RW 05 Kelurahan Sunter Agung, Tanjung Priok, pada mati mendadak sehingga menimbulkan kekhawatiran sejumlah warga setempat terhadap kemungkinan adanya penyakit menular. Untuk mengetahui penyebab kematian mendadak kucing piaraan tersebut, petugas Sudin Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Utara, mendatangi lokasi dan melakukan pemeriksaan.

Ketua RW 05 Kelurahan Sunter Agung, Nurus Shobah mengungkapkan, kasus kucing mati terjadi di wilayah RT 01 sebanyak empat ekor, RT 06 satu ekor, RT 11 tiga ekor, RT 12 sebanyak 12 ekor dan RT 15 ada satu ekor. “Kematian itu terjadi sejak 6 Juli 2023 dan jumlah total 21 ekor, terakhir terjadi pada hari ini, mati satu ekor sehingga bisa langsung diperiksa petugas,” ujar Nurus di lokasi, Rabu (12/7). Kejadian tersebut cukup meresahkan warga atas kekhawatiran adanya wabah penyakit hewan yang bisa menular kepada manusia.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada petugas yang telah proaktif datang ke lingkungan kami untuk mencari tahu penyebab matinya puluhan kucing tersebut. Kita berharap penyebabnya bisa segera terungkap. Karena kami khawatir ada virus tertentu yang bisa membahayakan manusia,” tandas Pak RW.

Kepala Sudin KPKP Jakarta Utara Unang Rustanto mengatakan, fenomena matinya puluhan kucing di wilayah tersebut diketahuinya melalui media sosial. “Demi melayani masyarakat kami langsung datang ke sini. Saat kita turun ke lapangan, kita menemukan satu kucing mati. Jadi total jumlah kucing mati yang terdata ada 21 ekor. Kami langsung mengambil sampel dari kucing tersebut untuk diperiksa secara laboratoris,” kata Unang.

Dijelaskan Unang, kucing yang mengalami kematian tanpa sebab yang jelas itu kebanyakan merupakan peliharaan warga. Dari total 21 ekor kucing mati yang terdata, 20 ekor di antaranya merupakan kucing peliharaan warga. “Berdasar keterangan warga, sebelum mati kucing-kucing itu mengalami kejang-kejang dan mengeluarkan air seni,” jelas Unang usai meminta keterangan sejumlah warga.

Menurut Unang, saat ini pihaknya telah mengirimkan sampel seekor kucing mati ke Pusat Pelayanan Kesehatan Hewan (Pusyankeswan) Dinas KPKP DKI Jakarta. “Diharapkan melalui pemeriksaan lebih lanjut Pusyankeswan dapat menemukan penyebab kematian kucing-kucing ini. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan Pusyankeswan, sebelum menentukan penanganan lebih lanjut,” tukasnya.

Unang mengimbau warga demi kenyamanan semua pihak, termasuk kesehatan kucing. Pemilik untuk tidak membiarkan kucing peliharaannya berkeliaran di luar rumah. Kemudian, kucing juga agar diberi vitamin untuk meningkatkan daya tahan,” pungkasnya. (joko)

Tinggalkan Balasan