Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home2/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Penuh Eceng Gondok dan Sampah, Pj Gubernur DKI Didesak Komisi A Bersihkan Kotoran di Waduk Pluit

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono dinilai Dewan tidak mengindahkan mandat Presiden Joko Widodo soal antisipasi banjir di Ibukota. Hal itu terbukti dari kondisi Waduk Pluit yang memprihatinkan lantaran hampir seluruh permukaan perairan ditumbuhi eceng gondok sebagai tanda bahwa waduk tersebut tidak dirawat dengan baik.

Hal itu disampaikan Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono menanggapi sejumlah keluhan warga soal kondisi Waduk Pluit yang kini kotor lantaran tertutup eceng gondok dan sampah. “Kayaknya Pak Heru tidak fokus lagi menjalankan tiga perintah utama dari Presiden Jokowi yakni atasi persoalan banjir, kemacetan, dan tata ruang. Menelantarkan Waduk Pluit bisa dikatakan tidak serius mengatasi banjir. Apalagi revitalisasi Waduk Pluit yang menelan banyak anggaran, waktu, dan tenaga itu, boleh dibilang sebagai warisan Pak Jokowi saat menjadi Gubernur DKI Jakarta,” tegas Gembong di gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (17/7).

Hal tersebut disampaikan Gembong usai mengetahui adanya laporan warga mengenai Waduk Pluit, Kelurahan Penjaringan, kini dipenuhi tanaman eceng gondok. “Kalau ada aduan warga soal terlantarnya Waduk Pluit harus segera ditindaklanjuti oleh Pemprov DKI. Saya melalui Komisi A DPRD DKI juga meminta Pak Heru segera membersihkan waduk kebanggaan warga Jakarta. Apalagi Waduk Pluit sudah sering terbukti mengatasi banjir di Jakarta. Jadi, tidak ada alasan untuk ditelantarkan,” tandas politisi asal Wonogiri, Jawa Tengah.

Diberitakan sebelumnya, kondisi Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara yang merupakan warisan Presiden RI Jokowi, kini kondisinya sangat memprihatinkan. Sebab, waduk yang ditata Jokowi saat menjadi Gubernur DKI Jakarta pada 2013-2014 untuk mengurangi permasalahan banjir itu kini kondisinya kotor. Menurut sejumlah warga, kondisi waduk jika dilihat dari atas tampak seperti lapangan sepakbola. “Hampir seluruh permukaan air berwarna hijau dari tanaman eceng gondok,” keluh warga Kelurahan Penjaringan, M. Yahya, Minggu lalu. Waduk seluas 80 hektar yang dilengkapi taman kota dan taman interaksi warga tersebut, juga tampak semrawut karena makin banyak lapak PKL.

Atas dasar itu, Pj Gubernur Heru diminta segera memerintahkan Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta untuk membersihkan tanaman yang sudah berubah menjadi gulma lantaran saking banyaknya. Warga khawatir, dengan banyaknya eceng gondok tersebut juga bisa merusak mesin pompa air ketika dioperasikan menyedot air hujan di wilayah setempat. “Selain itu, kalau ditelantarkan dalam waktu lama, kedalaman waduk akan menjadi dangkal dan wilayah Jakarta Utara, terutama di kawasan Pluit dan Penjaringan menjadi rawan banjir. Dulu, pernah ada mesin pencacah tanaman eceng gondok tapi sudah lama gak kelihatan lagi,” sambung Yahya dibenarkan sejumlah warga lainnya. (joko)

Tinggalkan Balasan