Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home2/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Kabid Penindakan- Penyidikan BC Soetta Dicecar Lagi: Indikasi Terlibat Impor Emas?

Manajer PT. NHM Ikutan Diperiksa

JAKARTANEWS-ID -JAKARTA: Pertajam alat bukti guna cari tersangka Skandal Impor Emas,  Kabid Penyidikan dan Penindakan Kantor Bea dan Cukai (BC)  Bandara Soetta MBI diduga M. Budi Iswantoro kembali diperiksa. 

Sampai kini, belum diketahui alasan MBI diperiksa sampai tiga kali dalam impor emas senilai Rp47 triliun yang diduga merugikan negara Rp2 triliun lebih.

Dua pemeriksaan sebelumnya, malah dilakukan secara berturut-turut pada Selasa (30/5) dan Rabu (31/5).

Sampai kini pula,  belum ada isyarat Kejaksaan Agung mencegah ke luar negeri guna kepentingan penyidikan.

Ada apa gerangan?

Kapuspenku Dr. Ketut Sumedana enggan berspekulasi terkait MBI dan dugaan keterlibatan dalam skandal yang sempat menjadi pembicaraan hangat dalam Raker Jaksa Agung dengan Komisi III DPR,Senin (14/6/2021).

“MBI diperiksa terkait pengelolaan kegiatan usaha komoditi emas,  2010 – 2022, ” katanya diplomatis,  Selasa petang (18/7).

Anggota DPR Arteria Dahlan dalam Raker tersebut menyatakan keherannya lantaran impor emas batangan dari Singapura disebut emas dalam bentuk bongkahan.

“Ini semata modus untuk penghindaran pajak,  ” ungkapnya dengan nada tinggi yang menjadi ciri khasnya.

Secara terpisah, ikut diperiksa AA (Pelaksana pada Seksi Bidang Multilateral Ditjen BC serta ATC (Kasi Dukungan Operasi Intelijen Direktorat Penindakan dan Penyidikan Ditjen BC).

NUSA HALMAHERA MINERALS

Pada bagian lain,  Kejagung juga ikut memeriksa ABM (Manajer Keuangan PT. Nusa Halmahera Minerals).

“Seperti ketiga orang lainnya,  ABM juga diperiksa untuk perkara yang sama,  ” jelas Ketut.
Belum diketahui keterkaitan Nusa H. Minerals (NHM) dalam skandal yang mencuri perhatian Publik tersebut.

Dari laman NHM,  terungkap NHM melakukan usaha pertambangan emas di Gosowong, Maluku Utara berdasar Kontrak Karya yang diteken pada 28April 1997.

Pemilik mayoritas saham PT. NHM adalah PT.  Indotan Halmahera Bangkit sebesar 75 persen. Sisanya dimiliki PT. Antam (Aneka Tambang)  Tbk.

Perlahan tapi pasti, mulai terungkap sepak terjang Antam.

Sebelumnya, Antam sempat kecipratan masalah sebab kerjasama operasi dalam penambangan ora nikel di Konawe,  Sultra dengan  PT. Lawu Agung Mining berbuntut masalah hukum.

BEA DAN CUKAI

Sebelum pemeriksaan M. Budi Iswantoro, Kejagung memeriksa Direktur Kepatuhan Internal Ditjen BC Agus Hermawan, Senin (17/7).

Pemeriksaan ini menambah deretan panjang Jajaran BC yang dicecar usai Fajar Donny Tjahyadi (Direktur Teknis Kepabeanan) dan Direktur Penindakan dan Penyidikan Bahaduri Wijayanta Bekti Mukarta yang diperiksa belum lama ini.

Lainnya, adalah Eks. Kepala Kantor BC Bandara Soetta, Finari Manan (sejak 2023 ditunjuk sebagai Kepala Kanwil DJBC Jabar).

Sementara Jajaran Antam,  antara lain
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Elisabeth RT. Siahaan dan HTM (Eks.  Senior Vice President Internal Audit) serta Senior Vice President Internal Audit inisial AM.

“Rasanya,  penetapan tersangka hanya hitungan hari. Soal siapa dan darimana institusinya, tim penyidik yang tahu, ” komentari Ketua Tim Advokasi Patriot Indonesia Iqbal Daud Hutapea secara terpisah. (ahi)

Tinggalkan Balasan