Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home2/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26
METRO  

Proyek Mangkrak, Pj Gubernur DKI Heru Didesak Lanjutkan Revitalisasi Kali Pesanggrahan

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Proyek pembangunan sheet pile di ruas Kali Pesanggrahan RW 10 Kelurahan Kebayoran Lama Utara, Jakarta Selatan, sejak pemerintahan Gubernur Joko Widodo hingga kini terhenti dan tak kunjung dilanjutkan. Ribuan tiang pancang milik kontraktor mangkrak sejak tahun 2013, lantaran Pemprov DKI belum juga membebaskan lahan milik Yayasan Surya Dharma untuk pembangunan turap dan jalan inspeksi.

Warga Kebayoran Lama Utara yang sering kebanjiran mendesak Pj Gubernur DKI Heru Budi Hartono untuk melanjutkan proyek peninggalan Jokowi.

“Tinggal ruas kali sepanjang 800 meter yang belum tersentuh proyek pelebaran kali sehingga l. Cmembuat aliran jadi tersendat dan sering meluber ke permukiman kami,” kata Jaja, warga RW 10 Kelurahan Kebayoran Lama Utara, Jakarta Selatan, Minggu (23/7).

“Warga minta Pak Heru segera membebaskan lahan tersebut, supaya pihak Kementerian PUPR bisa melanjutkan revitalisasi Kali Pesanggrahan,” tambahnya.

Sejumlah warga menjelaskan ruas kali yang berada di bawah jembatan jalan raya atau di samping TPU Yayasan Surya Dharma, kondisinya sangat dangkal dan sempit.

“Kali Pesanggrahan yang sudah direvitalisasi lebarnya sekitar 30 meter dan di sampingnya dibangun jalan inspeksi selebar sepuluh meter. Sedangkan di sini lebar kalinya menyempit, cuma tinggal delapan meter karena penuh lumpur dan tanah yang sudah mengeras. Permukiman kami sering kebanjiran setinggi dada orang dewasa,” tambah Hasan, warga lainnya.

Sementara itu, di kawasan lahan pemakaman milik Yayasan Surya Dharma, terlihat ribuan tiang pancang beton mangkrak sejak sepuluh tahun lalu. Nasir, petugas pengelola makam menjelaskan ribuan sheet pile beton itu ditaruh pihak kontraktor di lahan milik yayasan sejak tahun 2012.

“Awalnya kontraktor bayar sewa lahan sekitar Rp 2,5 juta per bulan, namun pembayaran cuma berjalan sekitar tiga tahun. Tepatnya sejak tahun 2015, kontraktor tidak bayar sewa lagi dan tidak ada kabar lagi. Katanya, sejak proyek itu terhenti lantaran terkendala proses pembebasan lahan, pihak kontraktor pergi dan menelantarkan sheet pile itu di tempat kami,” papar Nasir.

Ia berharap semoga Heru bersedia melanjutkan proyek tersebut untuk mengatasi banjir di wilayah Kelurahan Kebayoran Lama Utara.

“Proyek ini tinggal membebaskan lahan sekitar satu hektar milik Yayasan Surya Dharma untuk pelebaran sungai dan pembangunan jalan inspeksi. Jika proyek ini dapat dituntaskan, maka tingkat rawan banjir di sini bakal jauh menurun,” kata Nasir sambil menambahkan total lahan milik yayasan seluas tiga hektar.

Adapun yayasan Surya Dharma berkegiatan mengelola sekolah dan pemakaman. Menurut Nasir, maupun warga lainnya proyek revitalisasi sungai yang dikelola Kementerian PUPR tidak akan berjalan maksimal. Jika tidak ada dukungan serius dari pemerintah daerah, khususnya untuk pembebasan lahan milik warga.

“Menyempitnya ruas sungai sepanjang 800 meter yang belum tersentuh proyek, menjadi penghambat aliran dari hulu menuju hilir. Penyempitan di sini menjadi semacam bottle neck atau leher botol,” tandasnya. (Joko)

Exit mobile version