Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Ungkap Praktik KK Tambang Emas, Pengurus PT. Nusa Halmahera Minerals Kembali Diperiksa

JAKARTANEWS. ID – JAKART: Secara perlahan tapi pasti, Kejaksaan Agung pertajam dugaan keterlibatan PT. Nusa Halmahera Mineral (HMN) dalam Skandal Komoditi Emas, 2010 – 2022.

Kali ini diperiksa DS selaku Direktur Keuangan PT. HMN inisial DS dan tercatat pemeriksaan ke-2 kali terhadap Pengurus HMN setelah Manajer Keuangan AMN, pada Selasa (18/7/2023).

Mengacu keterangan Kapuspenkum Ketut Sumedana, Jumat (25/3/2022) HMN diperiksa terkait dugaan Perusahaan Kontrak Karya (KK)  dan Non KK  tidak memenuhi pembayaran royalti sesuai kewajibannya atas kegiatan produksi tambang emas.

“Kami dukung penuh langkah Kejagung guna menguak tabir gelap di balik skandal komoditi emas yang selama ini hanya terdengar sebatas bisik-bisik,  ” kata Ketua Tim Advokasi Patriot Indonesia Iqbal D. Hutapea, Senin (24/7/2023).

Dikaitkan dengan adanya dugaan kasus ekspor emas batangan dan dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang mencapai Rp189 triliun di lingkungan Kementerian Keuangan.

“Tentu,  perkara ini harus diungkap terang-benderang agar diketahui siapa pelakunya dan diseret ke meja hijau. Bertahun-tahun para pelaku tidak tersentu,” akhirnya.

Dari laman NHM, terungkap NHM melakukan usaha pertambangan emas di Gosowong, Maluku Utara berdasar KKyang diteken pada 28April 1997.

Pemilik mayoritas saham PT. NHM adalah PT.  Indotan Halmahera Bangkit sebesar 75 persen. Sisanya dimiliki PT. Antam (Aneka Tambang)  Tbk.

HMN yang dipimpin Haji Romo Nitiyudo Wachjo adalah anggota konsorsium PT. Caraka Reksa Optima(CRO) dan pada 29 Juli 2022 mengakuisisi PT. Petrosea yang bergerak  di bidang kontrak pertambangan, rekayasa, pengadaan & konstruksi serta jasa minyak & gas bumi.

HARTONO WIRA TANIK

Selain, Direktur PT. NHM DS ikut diperiksa pada Kamis (20/7) adalah LO selaku Direktur PT. Hartono Wira Tanik (HWT) ,  yang bergerak pada pembuatan logam mulia tujuan ekspor.

“Mereka diperiksa terkait pengelolaan kegiatan usaha komoditi emas, 2010- 2022,” ujar Kapuspenkum Ketut Sumedana.

Ketut tidak mengelaborasi lebih jauh soal keterkaitan PT. HWT dalam skandal yang menarik perhatian luas masyarakat Indonesia.

Patut diduga penyidikan LO terkait trading ekspor maupun impor oleh beberapa perusahaan counterpart (memiliki perjanjian kerjasama trading) menggunakan nilai premium/discount yang tidak sesuai ketentuan.

IMPORTIR EMAS

Kedua objek penyidikan ini adalah bagian dari Skandal Komoditi Emas dimana yang lainnya,  adalah terkait kontrak karya.

Soal impor emas sejak disidik 10 Mei lalu puluhan Pejabat Kantor Bea dan Cukai (BC) Bandara Soetta, Pejabat Ditjen BC,  PT. Aneka Tambang (Antam)

Serta,  Importir Emas PT. PT. Antam,  PT. Indah Golden Signature (IGS), PT. Untung Bersama Sejahtera (UBS) , PT. Viola Davina,  PT. Karya Utama Putra Mandiri serta PT. Royal Raffles Capital diperiksa.

Khusus,  IGS dan UBS sudah digeledah dan diperoleh sejumlah alat bukti yang siqnifikan pada Rabu (10/5) lalu.

“Ini soal waktu saja. Ikuti saja perkembangannya,” tutur sebuah sumber soal penetapan tersangka impor emas secara terpisah, Senin (24/7). (Ahi)

Tinggalkan Balasan