Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home2/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26
METRO  

Normalisasi Kali Pesanggrahan Mangkrak 10 Tahun, Pengamat Minta Jokowi Perintahkan Pj Heru Lanjutkan

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Ika Agustin mengatakan pihaknya masih fokus pada pembebasan lahan di segmen Kali Ciliwung guna mendukung program Kementerian PUPR. Adapun soalnya mangkraknya ribuan tiang pancang di Kebayoran Lama Utara lantaran proyek revitalisasi Kali Pesanggrahan terhenti di tengah jalan, maka akan dikordinasikan ke PUPR juga selaku yang berwenang terhadap proyek tersebut.

“Fokusnya di Ciliwung karena kami mengikuti program dari Kementerian PUPR,” kata Ika menanggapi pertanyaan di Jakarta, Selasa (25/7). Namun demikian, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian PUPR soal ribuan tiang pancang yang teronggok selama 10 tahun di atas lahan milik Yayasan Surya Dharma di RW 10 Kelurahan Kebayoran Lama Utara, Jakarta Selatan. “Terkait dengan tiang pancang tersebut akan kami koordinasikan dengan Kementerian PUPR,” sambungnya.

Secara terpisah, Walikota Jakarta Selatan Munjirin mengaku telah mendorong aspirasi warga itu kepada Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta. Soalnya pihak yang berwenang mengenai pembebasan lahan yang terkena proyek Kali Pesanggrahan adalah Dinas SDA. Selain itu, Munjirin juga telah berkirim surat kepada BBWSCC perwakilan dari Kemen PUPR untuk memindahkan tiang-tiang sheet pile dari lahan masyarakat. “Kami sudah pernah bersurat ke BBWSCC untuk memindahkan tiang-tiang sheet pile tersebut, karena merusak estetika, merugikan pemilik lahan, nggak enak dipandang dan jadi sarang nyamuk juga. Untuk masalah pembebasan lahan biar yang menjawab sesuai tupoksi saja yaitu Dinas SDA,” jelas Munjirin.

Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas menyoroti persoalan banjir yang menjadi masalah akut di Ibukota. Pasalnya, jika banyak proyek normalisasi kali yang terhenti di tengah jalan, Jakarta akan selalu terendam banjir. “Adanya proyek Kali Pesanggrahan mangkrak selama 10 tahun sejak era Gubernur Joko Widodo, mestinya segera dilanjutkan, apalagi Pak Jokowi sudah jadi Presiden. Tidak ada kata terlambat, saat ini mestinya Penjabat (Pj) Gubernur DKI Heru Budi Hartono segera membebaskan lahan warga yang terkena proyek pelebaran kali dan pembangunan jalan inspeksi,” kata Fernando.

Menurutnya, di bawah kepemimpinan Heru, Pemprov DKI harus fokus dan konsisten dalam menyelesaikan persoalan yang selama ini masih belum terselesaikan. Apalagi masyarakat juga mulai mendesak pemerintah untuk lanjutan proyek tersebut. Tak hanya itu, Fernando juga turut mendorong Presiden Jokowi untuk segera memerintahkan Heru Budi melanjutkan proyek mangkrak Pesanggrahan. Akademisi asal Universitas 17 Agustus ini juga menyesalkan pernyataan Dinas SDA DKI yang menyebutkan pihaknya lagi fokus terhadap proyek Kali Ciliwiung yang terkesan terlalu diada-adakan. Sebab, menurut Fernando, Dinas SDA seharusnya juga menuntaskan proyek yang mangkrak.

Berdasar pantauan di lokasi, ribuan tiang pancang yang masing-masing panjangnya belasan meter, teronggok di lahan milik sebuah yayasan pendidikan dan pemakaman sejak tahun 2013. Nasir, petugas Yayasan Surya Dharma menyatakan penelantaran sheet pile selama 10 tahun merugikan pihaknya. “Sampai sekarang tanah yayasan tak kunjung dibebaskan, sehingga proyek normalisasi Kali Pesanggrahan yang tinggal 800 meter lagi tersendat. Dengan tersendatnya proyek iki, kawasan Kebayoran Lama Utara tetap rawan banjir, karena di sini terdapat penyempitan kali,” ujar Nasir sambil menunjuk lebar sungai cuma delapan meter dan dangkal. Sedangkan ruas sungai yang sudah dinormalisasi lebarnya lebih dari 30 meter. (Joko)

Tinggalkan Balasan