Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home2/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

BPJPH Tegaskan Tidak Pernah Keluarkan Sertifikat Halal untuk Produk Wine

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama menegaskan belum pernah mengeluarkan sertifikat halal untuk produk anggur.

“Terkait informasi penjualan online produk wine dengan merek Nabidz yang diklaim bersertifikat halal, perlu kami tegaskan bahwa BPJPH tidak pernah mengeluarkan sertifikat halal untuk produk wine,” kata Kepala BPJPH Kementerian Aqil Irham di Jakarta, Rabu (26/7/2023).

Sebelumnya, produk wine merek Nabidz mengklaim minumannya telah mendapatkan sertifikat halal dari BPJPH dan MUI. Klaim tersebut diunggah di media sosial.

Aqil bersikeras bahwa merek tersebut mengajukan sertifikat halal dan terdaftar dalam sistem Sihalal. Namun, produk yang didaftarkan bukanlah wine melainkan minuman jus buah.

“Berdasarkan data di sistem Sihalal, kami memastikan bahwa memang ada produk minuman dengan merek Nabidz yang telah mendapatkan sertifikat halal dari BPJPH. Namun produk tersebut bukan wine atau anggur merah, melainkan minuman sari buah. produk,” kata Aqil.

Produk sari buah merek Nabidz, kata Aqil, diajukan sertifikasi halalnya pada 25 Mei 2023 melalui mekanisme self-deklare dengan pendampingan Proses Produk Halal (PPH) yang dilakukan oleh Pendamping PPH.

Pengajuan tersebut telah diverifikasi dan divalidasi pada tanggal 25 Mei 2023, dengan produk yang diajukan adalah jus/jus anggur merek Nabidz.

Petugas PPH juga sudah memastikan bahan yang digunakan halal. Proses produksi yang dilakukan pengusaha juga sederhana, dan pengusaha menyatakan tidak ada proses fermentasi di dalamnya. Foto produk yang diunggah di Sihalal juga berupa kemasan botol plastik.

“Berdasarkan hasil verifikasi dan validasi Pendamping PPH tidak ditemukan adanya pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut. Selanjutnya Panitia Fatwa menetapkan kehalalan produk pada 12 Juni 2023,” ujar Aqil.

Sementara terkait pengaduan bahwa Sertifikat Halal (SH) yang diterbitkan ternyata digunakan untuk produk lain, Aqil menegaskan BPJPH tidak mengizinkan hal tersebut.

BPJPH telah menurunkan tim Pengawas Jaminan Produk Halal untuk menyelidiki fakta di lapangan.

“Jika memang ada pelanggaran, tentu kami akan memberikan sanksi tegas sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk pencabutan sertifikasi halalnya,” ujarnya.

Di sisi lain, BPJPH juga memblokir Sertifikat Halal bernomor ID131110003706120523 untuk produk Jus Anggur Nabidz.

“Ini akan kami lakukan sampai proses penyidikan tim pengawasan selesai. Ini bagian dari tanggung jawab BPJPH dalam menjalankan tugas penjaminan produk halal,” kata Aqil. (YOK)

Tinggalkan Balasan