Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home2/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26
GLOBAL  

Digempur Militer Rusia Banyak Pasukan Ukraina Putus Asa dan Menyerah

JAKARTANEWS.ID – ZAPORIZHZHIA: Pasukan militer Rusia menggempur habis-habisan pasukan Ukraina dan menduduki front tenggara. Wilayah tempat situs nuklir Ukraina, Zaporizhzhia, adalah salah satu daerah yang menjadi sasaran operasi serangan balik militer Rusia.

Militer Rusia berhasil menduduki Zaporizhzhia sejak awal Operasi Militer Khusus (NVO) dilancarkan di Ukraina, 24 Februari 2023. Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Energodar tentu menjadi alasan pasukan Vladimir Putin harus menguasai wilayah ini.

Upaya keras Angkatan Bersenjata Ukraina (AFU) merebut kembali Zaporizhzhia kerap gagal. Bahkan dalam aksi skala besar operasi kontra-ofensif digelar pada 4 Juni 2023 lalu.

Pertahanan hebat pasukan Rusia membuat tentara Ukraina kewalahan, meski diperkuat dengan sejumlah senjata kiriman Amerika Serikat (AS) dan negara-negara sekutu anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Hal ini yang membuat banyak tentara Ukraina putus asa. Banyak yang tewas, banyak yang memilih kabur, dan baru-baru ini tak sedikit juga yang memutuskan menyerah.

Pejabat Gubernur Zaporizhzhia, Yevgeny Balitsky, mengungkap fakta para tentara Ukraina yang memilih menjadi Tawanan Perang (PoW) pasukan Rusia. Menurut Balitsky, jumlahnya setiap hari terus bertambah.

“Saya dapat mengatakan bahwa baru-baru ini, selama sekitar satu bulan, musuh mulai menyerah. Dan bukan hanya satu atau dua orang sekaligus, karena ada pembelotan di musim semi. Sekarang seluruh unit menyerah,” ujar Balitsky.

Kantor Berita Rusia, TASS, Balitsky memastikan bahwa tentara Rusia memperlakukan para tawanan perang secara layak dan manusiawi.

Balitsky berani menyebut bahwa tak seorang pun tentara Ukraina yang ditawan, mendapatkan penyiksaan. Meskipun, para tawanan tetap harus melewati proses interogasi.

“Saya berbicara dengan beberapa orang yang menyerah. Tidak ada yang memukul siapa pun, tidak ada yang menyiksa siapa pun,” kata Balitsky melanjutkan.

“Semua orang menerima kondisi normal. Ya, tentu saja, interogasi berlangsung dan saya ada di sana. Mereka yang menyadari bahwa hidup mereka lebih berharga daripada rencana militeristik Barat diberikan kondisi yang layak,” ucapnya. (Amin)

Tinggalkan Balasan