Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home2/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Tim Audit PT. IGS dari Dit. Audit Kepabeanan dan Cukai, Dicecar Cari Tersangka Impor Emas

Fokus Penerbitan 2 Surat Intelijen

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Usai memeriksa dua importir emas, kini Kejaksaan Agung cecar dua pejabat Ditjen Bea dan Cukai (BC) guna pastikan siapa yang bakal dijadikan tersangka Skandal Komoditi Emas.

Dua Pejabat Ditjen BC tersebut, yakni R selaku Ketua Auditor Tim Audit PT. Indah Golden Signature (IGS) dan MIZ (Pengendali Teknis Audit Tim Audit PT. IGS pada Direktorat (Dit) Audit Kepabeanan dan Cukai tahun 2019).

Sedangkan dua importir emas, adalah HW (Direktur PT.IGS) yang diperiksa pada Jumat (19/5) dan Selasa (6/6) serta Beni Muliawan (Direktur PT. IGS).

Sementara pengurus importir emas lain, yakni ESY diduga Eddy Susanto Yahya selaku Presdir PT. Untung Bersama Sejahtera (UBS) dan CL (Manajer Produksi UBS).

Patut diduga pemeriksaan ini terkait penerbitan 2 surat intelijen kepada kedua importir emas untuk meloloskan impor emas batangan, yang dalam dokumen disebut bongkahan emas.

Kapuspenkum Ketut Sumedana tidak menjelaskan alasan pemeriksaan kedua Pejabat Ditjen BC terkait penerbitan dua surat intelijen kepada dua importir emas tersebut.

“Pemeriksaan mereka terkait penyidikan perkara pengelolaan kegiatan usaha komoditi emas, ” katanya, Kamis (27/7/2023) malam.

Dari catatan Jakartanews. Id, kedua kantor perusahaan yang beralamat di Jalan Genteng dan Tambaksari, Surabaya pernah digeledah, pada Rabu (10/5) lalu.

Sehari sebelumnya, diperiksa 4 Pengurus PT. Aneka Tambang (Antam), terdiri MA (Finance periode 2011-2013), Y (Treasury Manager periode 2019-2021), ML (Finance periode 2010-2011) dan AP (Finance tahun 2014).

SURAT INTELIJEN

Munculnya surat intelijen saat disuarakan Anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan saat Raker dengan Jaksa Agung, pada Senin (14/6/2021).

“Ada main apa sehingga keluar surat intelijen, keluar dua surat intelijen pak. Ada satu perusahaan disuratin, 19 Februari 2021, saya sebut nama PT-nya. PT Indah Golden Signature yang mengimpor emas 99,99%. Meski emas itu bermerek, sudah siap jual, punya nomor seri, dimasukkan sebagai emas bongkahan,” kata Arteria.

“Yang kedua, tiga hari setelah itu, tanggal 24 Februari 2021, PT Untung Bersama Sejahtera. Tahunya kenapa? Jadi perbedaan berat antara dokumen PIB dengan di fakta yang sebenarnya. Ternyata sama. Dokumen batangan emas siap jual 99,99% punya merek juga, nomor serinya ada, dikatakan itu adalah bongkahan. Ini jelas pak ini manipulasinya dengan sengaja diletakkan kepada pos tarif yang tidak tepat,” lanjutnya.

DITJEN BEA DAN CUKAI

Selain Pengurus PT. Antam dan dua Pengurus Importir Emas, Kejagung juga telah memeriksa tiga Direktur Ditjen BC.

Mereka, terdiri Bahaduri Wijayanta Bekti Mukarta (Direktur Penindakan dan Penyidikan).

Lainnya, adalah Direktur Kepatuhan Internal Agus Hermawan yang diperiksa, Senin (17/7) dan Fajar Donny Tjahyadi (Direktur Teknis Kepabeanan).

Sementara lainya, Eks. Kepala Kantor BC Bandara Soetta, Finari Manan (sejak 2023 ditunjuk sebagai Kepala Kanwil DJBC Jabar).
Lalu, Kabid Penindakan dan Penyidikan Budi Iswantoro yang bahkan diperiksa dua hari beturut-turut pada Selasa (30/5) dan Rabu (31/5).

“Melihat apa yang telah dilakukan tim penyidik, rasanya penetapan tersangka tidak lama lagi ditetapkan, ” komentari Pegiat Anti Korupsi Iqbal D. Hutapea, pada Jumat (28/7/2023).

Tentang siapa saja yang bakal ditetapkan tersangka, menurut Iqbal hal itu ranah tim penyidik.

“Kita hendaknya tetap menjunjung asas praduga tidak bersalah,” akhiri Iqbal. (Ahi).

Tinggalkan Balasan