Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home2/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Tahanan Narkoba Tewas, Kompolnas Sesalkan Tindakan Penganiayaan yang Dilakukan Oknum Aparat

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Komisioner Kompolnas Poengky Indarti menyesalkan adanya tahanan narkoba yang berinisial DK (38), yang tewas diduga akibat penganiayaan yang dilakukan oleh oknum aparat dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya.

Pertama, Polri sudah memiliki Perkap No. 8 Tahun 2009 tentang Implementasi Prinsip dan Standar Hak Asasi Manusia Dalam Pelaksanaan Tugas Polri, sehingga pimpinan dan seluruh anggota dalam melaksanakan tugas harus menghormati HAM. Hak setiap orang untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, serta hak untuk mendapatkan keadilan di muka hukum harus dihormati dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

“Dengan adanya tersangka yang ditahan, kemudian meninggal dunia diduga akibat penyiksaan, maka hal tersebut menunjukkan Perkap HAM tidak dilaksanakan dengan baik,” terang Poengky, Sabtu (29/7/2023).

Lebih lanjut, Poengky menyampaikan, jika penyidik sudah memutuskan untuk menahan tersangka, maka menjadi kewajiban penyidik untuk menjamin perlakuan yang baik dan melindungi hak-hak tersangka. Oleh karena itu, kepada orang-orang yang bertanggung jawab harus diproses pidana dan etik.

Kedua, untuk mencegah terjadinya kekerasan berlebihan terhadap tersangka, pengawasan terhadap proses penyidikan harus ketat. Selain atasan langsung dan pengawas penyidikan, perlu diperkuat dengan pemasangan CCTV di ruang-ruang penyidikan dan ruang tahanan.

“Penyidik harus dilengkapi body camera, serta proses penyidikan harus direkam dengan video serta recorder,” tambah Poengky.

Ketiga, tempat penahanan juga harus diperbanyak pemasangan CCTV dan lampu-lampu penerangan, serta memastikan ruang tahanan sesuai kapasitas untuk menghindari kekerasan di ruang tahanan.

Keempat, Kompolnas akan mengawasi penanganan kasus ini dan berharap kasus ini menjadi kasus terakhir, tidak terulang lagi di kemudian hari.

“Penegakan hukum secara transparan dan obyektif harus diterapkan ke para pihak yang menjadi terduga pelaku penganiayaan itu. Oleh karena itu kepada orang-orang yang bertanggung jawab harus diproses pidana dan etik,” ujarnya.

Pihaknya berkomitmen untuk mengawal penuntasan kasusnya. Kompolnas akan mengawasi penanganan kasus ini dan berharap kasus ini menjadi kasus terakhir, tidak terulang lagi di kemudian hari.

Sebelumnya, oknum Ditresnarkoba Polda Metro yang ditenggarai terlibat penganiyaan ini berjumlah 9 orang. Dari kesembilan personel itu, 1 orang masuk daftar pencarian orang dan 1 sudah dikembalikan. Sedangkan 7 di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka dan telah dilakukan penahanan yang berinisial AB, AJ, RP, FE, JA, EP, dan YP.

“Saat ini Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya telah memeriksa 8 orang. Namun yang masuk pidana adalah 7 orang. Satu dikembalikan lagi, itu diperiksa secara etik di Propam. Kita periksa secara intensif, sudah ditetapkan tersangka dan sudah ditahan,” kata  Dirreskrimum Polda Metro Kombes Hengki Haryadi kepada wartawan di Mapolda Metro, pada Jumat (28/7/2023) malam. (Amin)

Tinggalkan Balasan