Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home2/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26
METRO  

Kampanye KKBC Sasar Pelaku UMKM di Kebon Jeruk

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA : Kampanye Kerja Keras Bebas Cemas (KKBC) yaitu sosialisasi program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) khusus kelompok pekerja informal menyasar kelompok UMKM binaan Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Menariknya, setelah menerima sosialisasi dari tim Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Grha BPJamsostek tersebut, para peserta sebagian besar mendaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Grha BPJamsostek Andry Rubiantara, mengatakan kampanye KKBC tersebut bertujuan untuk memberikan literasi manfaat program Jamsostek di kalangan pekerja bukan penerima upah (BPU) atau pekerja informal atau juga disebut pekerja mandiri.

”Karena kelompok pekerja BPU ini sebagian besar masih belum mengerti jika mereka sebenarnya berhak sekaligus wajib memiliki program perlindungan Jamsostek. Nah kampanye Kerja Keras Bebas Cemas ini terus kami gulirkan agar menjadikan mereka melek manfaat program Jamsostek,” ungkap Andry.

Menurut Andry, dalam acara tersebut pihaknya menyampaikan betapa pentingnya setiap pelaku usaha atau pekerja di bidang apa pun untuk menjadi peserta program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Sebab program tersebut memberikan manfaat perlindungan penjaminan dari risiko sosial ekonomi sepanjang beraktivitas dalam bekerja. ”Risiko ketika bekerja seperti kecelakaan kerja atau bahkan kematian itu semua orang pasti tidak menginginkannya. Tapi faktanya, meskipun tidak diinginkan tapi selalu datang tiba-tiba menimpa siapa saja, kapan saja, tanpa pandang bulu,” ujar Andry.

Untuk itu setiap pekerja termasuk pelaku usaha UMKM yang baru minimal terlindungi dengan dua program dasar yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Seperti contohnya manfaat JKK sangat besar. Yaitu peserta mendapat jaminan pemulihan kecelakaan kerja tanpa batas biaya dan tanpa batas waktu.

”Peserta dan keluarganya tidak perlu pusing memikirkan biaya lagi karena berapa pun kebutuhan medisnya akan dibiayai penuh oleh BPJS Ketenagakerjaan,” cetus Andry.

Begitu pula jika peserta meninggal akibat kecelakaan kerja atau meninggal biasa, ahli waris mendapatkan santunan dengan nilai normatif sesuai peraturan pemerintah.
Sedangkan untuk membayar iuran kedua program tersebut sangat terjangkau oleh kalangan pekerja dan pelaku usaha. Untuk JKK dan JKM iurannya Rp16.800 setiap bulan per orang.

Namun Andry menyarankan sebaiknya sekalian menabung dengan ikut program Jaminan Hari Tua (JHT). ”Karena kebiasaan dari pelaku UMKM terutama kalangan ibu-ibu itu kan rajin menabung walaupun sedikit-sedikit. Nah ini menabungnya di BPJS Ketenagakerjaan lewat program Jaminan Hari Tua,” ungkap Andry.

Dirinya mengingatkan, meski iurannya sangat terjangkau tapi wajib tertib membayar iurannya. Karena dengan tertib iuran itulah yang menjaga sistem manfaat perlindungan BPJS Ketenagakerjaan tetap aktif setiap saat. Andry mengatakan, setelah paham dengan hak dan manfaat program Jamsostek sebagian besar pelaku UMKM itu mendaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. (Dani)

Tinggalkan Balasan