Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home2/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Aset Bank Indonesia Raya dan Obligor Bank Tamara Disita Satgas BLBI

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Satuan Tugas Penanganan Klaim Nasional (Satgas BLBI) Bank Indonesia menyita aset atau harta benda obligor Bank Indonesia Raya (BIRA) Atang Latief dan Obligor Bank Tamara Lidia Muchtar.

“Penyitaan itu dilakukan sebagai bagian dari upaya negara mengembalikan dana BLBI yang dikucurkan ke bank saat krisis moneter beberapa waktu lalu,” kata Ketua Satgas BLBI Rionald Silaban melalui keterangan tertulis di Jakarta, Senin (31/7/2023).

Aset yang disita berupa tanah dan bangunan yang dikenal sebagai Gedung Tamara Center yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman Kav. 24, Kelurahan Karet, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan 12920.

Hal ini sesuai dengan sertifikat hak atas tanah Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor 00469/Karet tahun 2005, NIB 00767, atas nama PT Pantoru Mas dengan luas 3.744 m2 berlokasi di Kel. Karet, Dist. Setiabudi, Jakarta; dan Sertifikat Hak Guna Bangunan No. 00499/Karet tahun 1990, NIB 01197, atas nama PT Pantoru Mas dengan luas 1.850 m2 berlokasi di Kel. Karet, Dist. Setiabudi, Jakarta;
C. Sertifikat Hak Guna Bangunan No. 00510/Karet tahun 1991, NIB 02789, atas nama PT Pantoru Mas dengan luas 2.981 m2 berlokasi di Kel. Karet, Dist. Setiabudi, Jakarta.

Satgas juga menyita jaminan saham atas 37 persen kepemilikan PT Pantoru Mas milik Atang Latief dan/atau Lidia Muchtar melalui PT Unggul Makmur Utama dan/atau Veeras Limited, terdiri dari 3.490.025 saham PT Pantoru Mas (18,13 persen) milik PT Unggul Makmur Utama dan 3.632.475 saham PT Pantoru Mas (18,87 persen) dimiliki oleh Veeras Limited.

Penyitaan dilakukan dalam rangka pelunasan utang negara yang belum terselesaikan yaitu Obligor Obligor (BIRA) Bank Indonesia Raya Atang Latief sebesar Rp155,7 miliar belum termasuk Iuran Administrasi Pengelolaan Piutang Nasional 10 persen; dan Obligor Obligor Bank Tamara Lidia Muchtar sebesar Rp188,48 miliar belum termasuk 10 persen Biaya Administrasi Pengelolaan Piutang Nasional.

Rionald mengatakan, Satgas BLBI bersama Komite Pengelolaan Utang Nasional (PUPN) akan mengambil tindakan hukum lebih lanjut jika Obligor Bank Indonesia Raya (BIRA) Atang Latief dan Obligor Bank Tamara Lidia Muchtar tidak memenuhi kewajibannya, antara lain dengan melakukan Lelang atas aset.

“Satgas BLBI akan terus melakukan upaya yang berkesinambungan untuk memastikan pengembalian hak tagih negara melalui serangkaian upaya, seperti pemblokiran, penyitaan, dan penjualan aset obligor dan/atau debitur yang menjadi jaminan dan aset lain yang dimiliki oleh obligor dan/atau debitur,” pungkasnya. (YOK)

Tinggalkan Balasan