Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home2/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Pejabat Ditjen Hubdat, Kemenhub Dicecar Lagi Ditemukan Tersangka Tol Japek II

Puluhan Pengurus JSMR -WSKT Telah Diperiksa

JAKARTANEWS.ID -JAKARTA: Temukan tersangka Skandal Tol Japek II, Kejaksaan Agung kembali cecar Mantan Pejabat Ditjen Perhubungan Darat (Hubdat), Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Kali ini, giliran PY diduga Pandu Yunianto selaku Mantan Direktur Lalu Lintas Jalan yang diperiksa di Gedung Bundar, Kejagung, pada Senin (31/7/2023).

Namun, seperti pemeriksaan terhadap Mantan Dirjen Hubdat Budi Setiyadi, pada Selasa (18/7), status PY juga masih sebagai saksi.

Sejak disidik awal Maret lalu, sudah puluhan Direksi PT. Jasa Marga dan anak usaha PT. Jasamarga Jalanlayang Cikampek, PT. Waskita Karya, PT. Virama Karya diperiksa belum seseorang pun ditetapkan tersangka.
Kapuspenkum Dr. Ketut Sumedana mengatakan PY diperiksa untuk membuat terang tindak pidana dalam pengerjaan proyek Tol Jakarta -Cikampek (Japek) II.

“Pemeriksaan dilakukan bagian penyidikan perkara pekerjaan pembangunan (design and build) Jalan Tol Japek II Elevated Ruas Cikunir-Karawang Barat termasuk on/off ramp pada Simpang Susun Cikunir dan Karawang Barat,” katanya, Senin (31/7/2023) malam.

Tidak dijelaskan dalam keterangannya, soal keterkaitan PY, Ditjen Hubdat khususnya dalam Mega proyek berbiaya Rp13, 5 triliun yang diresmikan penggunaannya oleh Presiden pada Kamis (11/12/2019) lalu.

Juga tentang belum adanya pihak yang dicegah bepergian ke luar negeri meski dari nilai proyek dibanding Skandal BTS 4G lebih besar, yang telah mencegah 25 orang dan 8 tersangka ditetapkan.

“Kami masih optimis. Penetapan tersangka hanya soal waktu,” ucap pendek Ketua Tim Advokasi Patriot Indonesia Iqbal D. Hutapea, Selasa (1/8).

Sampai kini, baru seorang tersangka ditetapkan atas nama IBN (Pensiunan WSKT), tapi terkait penghalangan penyidikan bukan perkara pokok.

JASA MARGA

Pada kesempatan terpisah, Kejagung kembali memeriksa Pengurus PT. Jasa Marga (JSMR) yakni, Kadiv Operasi berinisial FW dan Mantan Kabag Pengendalian dan Pelaksanaan Proyek pada Divisi 5 PT. Waskita Karya (WSKT) inisial S.

“Seperti halnya PY, maka pemeriksaan FW dan S juga dalam rangkaian membuat terang tindak pidana dalam pengerjaan proyek Tol Japek II,” jelas Ketut Sumedana.

Pemeriksaan ini menambah deretan panjang pengurus dari kedua BUMN Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut.

Sebut saja misalnya, Direktur Operasional JSMR Periode 2016 – 2020 SS diduga Subakti Syukur, Senin (24/7).

Pekan sebelumnya, Selasa (18/7) diperiksa Eks. Direktur Pengembangan Usaha PT. Jasa Marga (JSMR) Arsal Ismail.

Lalu, Direktur Utama (saat itu) telah diperiksa, mulai Desy Arryani selaku Dirut JSMR pada Senin (17/7).

Serta, Vera Kirana selaku Mantan Dirut PT. Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) dan Dirut PT. JJC Djoko Dwijono pada Selasa (6/6).

Desy dan Djoko diantara sejumlah undangan yang hadir dalam peresmian Tol Japek II MBZ oleh Presiden pada Kamis (11/12/2019).

Disamping itu, telah diperiksa sejumlah pihak terkait, seperti Dirut PT. Virama Karya (Konsultan) Jusarwanto bahkan telah diperiksa dua kali pada Selasa (30/5) dan Selasa (4/4).

WASKITA KARYA

Sementara Gerbong WSKT dan anak usahanya, antara lain, Mantan Dirut PT. WSKT M. Choliq pada Rabu (17/5) dan terakhir pada Jumat (16/6).

Lalu, Mantan Dirut PT. Waskita Moderen Realti (WMR) Dono Parwoto pada Rabu (24/5) dan Senin (29/5).

Waskita Moderen Realti adalah Joint Venture antara PT. Waskita Karya Realti (anak usaha BUMN PT. Waskita Karya (WSKT) dengan PT. Moderenland Realti.

Sebelum ini, anak usaha WSKT lain, PT. Waskita Beton Precast (WBP) sudah dirundung masalah. Sejumlah Direksi dijadikan tersangka dalam aneka perkara. (Ahi)

Exit mobile version