Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home2/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26
METRO  

Data OJK Per Semester 1 Tahun 2023, Aset Bank DKI Naik 12% Menjadi Rp 82 Triliun

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Sepanjang semester 1 pada tahun 2023, Bank DKI mencatatkan pertumbuhan kinerja kredit dan pembiayaan sebesar Rp 50,11 triliun atau naik 14,82 persen dibanding periode sama di tahun lalu sebesar dari Rp 43,64 triliun. Berdasar data Statistik Perbankan Indonesia (SPI) yang diterbitkan oleh Otorita Jasa Keuangan (OJK) yang cuma bertumbuh 8,26 persen.

Berdasarkan data SPI hingga April 2023 mencatat pertumbuhan kinerja kredit dan pembiayaan secara nasional sebesar 8,26 persen. Adapun Bank DKI mencapai 14,82 persen atau sebesar Rp 7,53 triliun. Pertumbuhan yang diraih Bank DKI juga lebih baik dari rata-rata pertumbuhan kredit dan pembiayaan Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang tumbuh sebesar 10,07 persen.

Plt. Direktur Utama Bank DKI, Amirul Wicaksono menyampaikan kinerja positif ini didorong pertumbuhan penyaluran kredit secara year on year (yoy) pada seluruh segmen, dengan fokus pada bidang UMKM.
“Pertumbuhan yang signifikan terjadi pada kredit ritel yang tumbuh sebesar 74,46 persen menjadi Rp1,43 triliun pada Juni 2023, dari posisi Rp821,54 miliar pada Juni 2022. Kredit mikro juga menunjukkan kinerja yang mengesankan dengan pertumbuhan sebesar 52,50 persen menjadi Rp 2,98 triliun pada Juni 2023, dari posisi Rp 1,95 triliun pada Juni 2022,” kata Amirul di Jakarta, Kamis (3/8/2023).

Amirul menambahkan kredit konsumer juga mencatat pertumbuhan positif sebesar 14,23 persen menjadi Rp 20,94 triliun pada Juni 2023, dari posisi Rp18,33 triliun pada Juni 2022. “Begitu pula dengan kredit skala lebih besar, seperti kredit menengah yang tumbuh 16,18 persen menjadi Rp1,68 triliun pada Juni 2023, dari posisi Rp 1,45 triliun pada Juni 2022,” papar Amirul. Sedangkan segmen kredit komersial tumbuh 2,03 persen menjadi Rp 16,45 triliun pada Juni 2023, dari posisi Rp 16,13 triliun pada Juni 2022. Kredit sindikasi juga bertumbuh 33,48 persen menjadi Rp 6,62 triliun pada Juni 2023, dari posisi Rp 4,96 triliun pada Juni 2022.

Penyaluran pembiayaan untuk segmen syariah juga tumbuh 10,19 persen menjadi sebesar Rp 7,82 triliun pada Juni 2023, dari sebelumnya Rp 7,09 triliun di Juni 2022.

Seiring dengan peningkatan penyaluran kredit dan pembiayaan tersebut turut mendorong peningkatan aset Bank DKI sebesar 12,08 persen hingga menjadi Rp 82 triliun pada Juni 2023, dari posisi Rp73,17 triliun di Juni 2022.

“Dalam strategi ekspansi kredit, Perseroan memprioritaskan pengelolaan risiko yang efektif, pengaturan portofolio kredit yang berorientasi pada segmen UMKM dan pengawasan secara ketat untuk memastikan kualitas aset yang optimal,” tandas Amirul.

Menurutnya, rasio Non Performing Loan (NPL) Gross mengalami perbaikan menjadi 1,90 persen pada Q2-2023 dari sebelumnya 2,26 persen pada Q2-2022, yang menandakan kualitas kredit Bank DKI semakin sehat.

Per pertengahan Juli 2023 Bank DKI juga telah meraih 53 kategori penghargaan dari sejumlah lembaga independen di berbagai bidang, seperti sumber daya manusia (SDM), leadership, tata kelola & risk, tata kelola perusahaan dan manajemen, pengembangan growth dan value teknologi sistem, hingga penguatan dan peningkatan produk dan layanan digital.

Direktur Keuangan & Strategi Bank DKI Romy Wijayanto menambahkan untuk pendapatan bunga hingga Juni 2023 tumbuh sebesar 22,47% menjadi Rp 2,64 triliun, dari Rp2,16 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.

“Namun beban bunga Bank DKI juga mengalami peningkatan sebesar 76,82% menjadi sebesar Rp1,29 triliun pada Juni 2023, dari Rp728,03 miliar di Juni 2022,” jelas Romy.

Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Arie Rinaldi menambahkan serangkaian kolaborasi telah dilakukan Bank DKI dengan berbagai entitas dalam mata rantai pelaku ekonomi baik di DKI Jakarta maupun skala nasional.

“Di antaranya sinergi bersama BUMD Provinsi DKI Jakarta, kolaborasi dengan BPD dari seluruh Indonesia (BPD-SI) sebagai mandated lead arranger dalam penyaluran sejumlah kredit sindikasi, kerjasama dengan DPD Perbarindo DKI Jaya dalam pemanfaatan jasa layanan perbankan digital Bank DKI, khususnya kepada nasabah BPR/BPRS, kolaborasi Bank DKI dengan Himbara, Perbanas dan Indomaret hadirkan fitur dalam aplikasi layanan keuangan JakOne Mobile untuk melakukan tarik tunai tanpa kartu (cardless) melalui seluruh jaringan ATM BCA, BNI, serta gerai Indomaret yang tersebar di Indonesia, dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada nasabah,” pungkas Arie. (Joko)

Tinggalkan Balasan