Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home2/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26
GLOBAL  

Drone Ukraina Bom Gedung 3 Kementerian, Rusia Sebut ‘Serangan Teroris’

JAKARTANEWS.ID – MOSKOW: Sebuah gedung bertingkat tinggi di distrik bisnis Moskow yang menampung tiga kementerian pemerintah Rusia dihantam oleh pesawat tak berawak atau drone, untuk kedua kalinya dalam tiga hari terakhir. Serangan yang terjadi pada Selasa, 1 Agustus 2023 itu disebut Rusia sebagai upaya “serangan teroris” Ukraina.

Bangunan yang terkena dampak drone Ukraina itu dikenal sebagai “kuartal IQ.” Gedung itu menampung kementerian pembangunan ekonomi, kementerian digital, dan kementerian industri dan perdagangan. Video menunjukkan bagian fasad kacanya, jauh di atas tanah, telah hancur akibat serangan drone.

“Saat ini, para ahli sedang menilai kerusakan dan keadaan infrastruktur untuk keselamatan orang-orang di dalam gedung. Ini akan memakan waktu,” kata Darya Levchenko, penasihat menteri ekonomi, di Telegram.

Dia mengatakan staf bekerja melalui konferensi video. Sejak awal Mei, serangan drone berkali-kali mengguncang Moskow. Dua drone ditembakkan ke atap sebuah gedung di kompleks Kremlin.

Insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa atau kerusakan besar. Kremlin mengatakan telah mengambil langkah untuk menyikapi ancaman tersebut. “Memang, ada ancaman, itu jelas, tetapi langkah-langkah sedang diambil,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan. Ia menolak berkomentar lebih lanjut.

Sebaliknya Ukraina menyatakan puas atas serangan tersebut, meskipun tanpa secara langsung mengklaim bertanggung jawab. “Moskow dengan cepat terbiasa dengan perang penuh,” ujar penasihat presiden Ukraina Mykhailo Podolyak di X, platform media sosial yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter.

Dia mengatakan Rusia harus memperkirakan akan banyak serangan drone tak dikenal dan lebih banyak keruntuhan, lebih banyak konflik sipil, lebih banyak perang.

Penduduk Moskow di dekat lokasi serangan memberikan pandangan berbeda. “Dalam situasi ini, setiap tempat bisa dihantam, jadi cukup sulit untuk merasa 100 persen aman,” kata Alexander Gusev, 67 tahun.

“Tidak ada yang aman dalam situasi ini karena kita tidak tahu apa yang akan menimpa kita dan di mana.”

Penduduk lain, Kirill, 32, merasa tetap aman. “Saya merasa aman. Saya berasal dari Donetsk (di Ukraina timur), jadi saya menganggap ini insiden kecil. Anda harus menyesuaikan sikap Anda dan semuanya akan baik-baik saja.”

Dalam sebuah pernyataan, kementerian pertahanan Rusia mengatakan telah menggagalkan percobaan serangan teroris dan menjatuhkan dua drone di barat pusat kota Moskow. Kementerian mengatakan telah menggagalkan satu lagi serangan ke gedung-gedung di kawasan bisnis Moskva-Citi.

Walikota Moskow Sergei Sobyanin mengatakan itu drone menghantam menara yang sama pada Minggu.

“Fasad lantai 21 rusak. Kaca hancur lebih dari 150 meter persegi,” katanya.

Insiden itu menimbulkan kekhawatiran di kalangan pebisnis Rusia. Setelah drone pertama menghantam Moskva-Citi pada hari Minggu, perusahaan teknologi Yandex (YNDX.O) mengirimkan memo kepada staf. Yandex menginstruksikan pegawainya untuk tidak berada di kantor pada malam hari dan meminta mereka berhati-hati. (Amin)

Exit mobile version