Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home2/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Pengendali Teknis Tim Audit PT. IGS Ditjen BC Dicecar Lagi: Kejar Dugaan Permufakatan Jahat Impor Emas?

Kantor IGS Digeledah, pada Rabu (10/5)

JAKARTANEWS.ID -JAKARTA: Pejabat Ditjen Bea dan Cukai (BC) inisial MIZ kembali dicecar terkait dugaan keterlibatan PT. Indah Golden Singnature (IGS) dalam Skandal Impor Emas.

Pemeriksaan pertama terhadap MIZ dilakukan pada Kamis (27/7) dalam kapasitas Pengendali Teknis Audit Tim Audit PT. IGS pada Direktorat Audit Kepabeanan dan Cukai (pada Ditjen BC, Red) Tahun 2019.

Langkah Kejaksaan Agung isyaratkan kuat dugaan adanya permufakatan jahat dalam upaya meloloskan impor emas oleh PT. IGS, melalui penerbitan surat intelijen?

Dugaan ini mengemuka setelah Anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan menyampaikan langsung dalam Raker dengan Jaksa Agung, pada Senin (14/6/2021).

Kapuspenkum Dr. Ketut Sumedana tidak spesifik menjelaskan pemeriksaan MIZ terkait dugaan adanya penerbitan surat intelijen soal impor emas oleh PT. IGS.

Dalam keterangannya, Ketut hanya mengatakan pemeriksaan MIZ terkait penyidikan pengelolaan kegiatan usaha komoditi emas, 2010 – 2022.

“Langkah tim penyidik ini masih dalam rangkaian membuat terang tindak pidana (untuk selanjutnya menetapkan tersangka, Red),” katanya, Rabu (2/8/2023) malam.

Secara terpisah, turut diperiksa Pejabat Ditjen Bea dan Cukai lainnya atas nama MCR (Kasi Pengelolaan Basis Data Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai).

MENGERUCUT

Pemeriksaan MIZ patut diduga makin mengerucut siapa saja terkait dengan penerbitan surat intelijen sehingga impor emas batangan bisa masuk tanpa dikenakan Bea Masuk lantaran disebut dalam dokumen emas bongkahan.

“Ada main apa sehingga keluar surat intelijen, keluar dua surat intelijen pak. Ada satu perusahaan disuratin, 19 Februari 2021, saya sebut nama PT-nya. PT Indah Golden Signature yang mengimpor emas 99,99%. Meski emas itu bermerek, sudah siap jual, punya nomor seri, dimasukkan sebagai emas bongkahan,” ungkap Arteria.

Ketut Tim Advokasi Patriot Indonesia Iqbal Daud Hutapea melihat ada titik terang tentang Skandal Impor Emas.

Namun, seberapa jauh informasi yang disampaikan Politisi PDIP Arteria dan fakta yang dikantongi, tentu tim penyidik yang mengetahui.

“Bagi kami, langkah yang dilakukan Kejagung sudah tepat. Dengan begitu pula akan terungkap ada atau tidak permufakatan jahat terkait impor emas oleh PT. IGS,” akhirinya seraya minta asas praduga tidak bersalah tetap dikedepankan, Kamis (3/8/2023).

Dalam upaya menguak penerbitan surat intelijen juga telah diperiksa R (Ketua Auditor Tim Audit PT. Indah Golden Signature pada Kamis (27/7).

Sementara dari Jajaran Manajemen IGS telah diperiksa HW selaku Direktur pada Jumat (19/5) dan Beni Muliawan juga selaku Direktur PT. IGS.

Kantor IGS bersama importir lain, yaitu PT. Untung Bersama Sejahtera (UBS) di Jalan Genteng dan Tambaksari, Surabaya juga telah digeledah dan disita sejumlah alat bukti, Rabu (10/5).

IMPORTIR EMAS

Mengacu kepada keterangan Arteria disebut pula importir emas lain yang diduga juga memperoleh kemudahan, yakni PT. Untung Bersama Sejahtera (UBS).

“Yang kedua, tiga hari setelah itu, tanggal 24 Februari 2021, PT Untung Bersama Sejahtera. Tahunya kenapa? Jadi perbedaan berat antara dokumen PIB dengan di fakta yang sebenarnya. Ternyata sama. Dokumen batangan emas siap jual 99,99% punya merek juga, nomor serinya ada, dikatakan itu adalah bongkahan. Ini jelas Pak. Ini manipulasinya dengan sengaja diletakkan kepada pos tarif yang tidak tepat,” lanjut Arteria.

Terkait upaya membuat terang perkara juga telah diperiksa ESY diduga Eddy Susanto Yahya selaku Presdir PT. UBS dan CL (Manajer Produksi UBS).

Sedangkan Jajaran Petinggi Ditjen BC yang ikut diperiksa, Bahaduri Wijayanta Bekti Mukarta (Direktur Penindakan dan Penyidikan) pada Rabu (31/5) dan Selasa (25/7).

Lainnya, Direktur Kepatuhan Internal Agus Hermawan yang diperiksa, Senin (17/7) dan Fajar Donny Tjahyadi (Direktur Teknis Kepabeanan).

Berikutnya, Eks. Kepala Kantor BC Bandara Soetta, Finari Manan (sejak 2023 ditunjuk sebagai Kepala Kanwil DJBC Jabar).

Lalu, Kabid Penindakan dan Penyidikan Budi Iswantoro yang bahkan diperiksa dua hari beturut-turut pada Selasa (30/5) dan Rabu (31/5). (Ahi)

Exit mobile version