Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home2/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26
METRO  

Persinas ASAD Gandeng BPJS Ketenagakerjaan DKI Cetak Pesilat from Zero to Hero

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Perguruan Silat Nasional (Persinas) ASAD Pengprov DKI Jakarta dan Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan menandatangani nota kesepahaman di Jakarta. Kerja sama tersebut untuk melindungi seluruh atlet pencak silat dengan program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek).

Menariknya, kerja sama tersebut mengusung konsep from zero to hero atau dari nol menjadi jagoan.

”Konsep from zero to hero ini merupakan bagaimana memberikan rasa aman dengan perlindungan program Jamsostek. Sehingga MoU dengan BPJAMSOSTEK (BPJS Ketenagakerjaan) untuk memulai perlindungan terhadap insan pencak silat. Dengan program perlindungan ini kami akan lebih total untuk memberikan prestasi kepada bangsa dan negara Indonesia melalui pencak silat,” ungkap Wakil Ketua Pengprov Persinas ASAD DKI Triyanto Atmo Wiyono yang mewakili Ketua Pengprov Persinas ASAD DKI Kolonel Laut H Sapardi.

Triyanto mengatakan, sebelumnya pihaknya sudah memulai perlindungan program Jamsostek kepada atlet namun sifatnya per even pertandingan. Namun mulai saat ini perlindungan bukan pe even lagi, tetapi setiap hari.

Triyanto mengaku, banyak dari orang tua atlet yang menanyakan bagaimana jika anaknya cedera dalam latihan atau pertandingan. Untuk itu pihaknya menggandeng BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan rasa aman tenang kepada atlet dan orang tua. Sehingga kekhawatiran orang tua bisa dijawab, yaitu para atlet diberikan perlindungan dengan program Jamsostek.

”Tentunya dengan perlindungan (program Jamsostek) ini akan semakin all out menempa atlet demi mencapai prestasi untuk Indonesia,” kata Triyanto.

Dirinya berharap, kerja sama di DKI tersebut dapat ditindaklanjuti oleh seluruh pengprov Persinas ASAD di seluruh Indonesia demi melindungi atlet dan seluruh personelnya. ”Insan pencak silat kami untuk DKI sekitar 500 orang lebih,” ujar Triyanto.

Menurutnya, nanti para atlet akan membiayai sendiri iuran kepesertaan program Jamsostek.

”Kalau minta ke KONI enggak enak, tapi kalau dikasih ya oke lah,” ungkap Triyanto.

Sementara itu Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Deny Yusyulian mengatakan untuk tahapan selanjutnya adalah bersosialisasi masif kepada setiap padepokan pencak silat di lima wilayah DKI Jakarta. Sasaran pertama sosialisasi adalah memberikan literasi manfaat program Jamsostek kepada orang tua para atlet pencak silat.

Deni mengatakan, iuran kepesertaan sangat murah hanya Rp16.800 per bulan untuk dua program. Yaitu, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

”Iuran itu tidak sebanding jika atlet mengalami risiko semisal cedera. Kami akan membiayai pemulihan atlet berapa pun kebutuhan medisnya tak ada batasan sampai sembuh,” ujar Deny.

Setelah orang tua memahami perlindungan Jamsostek selanjutnya akan rutin membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan. Menurut Deny, yang menarik dari kerja sama tersebut adalah konsepnya yaitu from zero to hero. Artinya kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dimiliki oleh atlet sejak dini dan berjangka panjang dengan iuran langsung dibayari oleh orang tua. Sehingga para atlet terlindungi program Jamsostek dari awal hingga akhir.

”Itulah yang membuat kerja sama dengan Persinas ASAD berbeda dengan (klub/cabor) yang lain. Sifat kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bukan berdasarkan even tetapi memang dari awal. Karena mencetak seorang atlet tidak sebentar, tapi mulai dari kecil. Kalau yang lain per even,” kata Deny
Dengan begitu para atlet di bawah Persinas ASAD mendapat perlindungan program Jamsostek mulai dari kecil.

Baik itu ketika peserta berlatih atau bertanding maupun ketika dalam perjalanan berangkat dan pulang dari tempat latihan atau pertandingan. (Dani)

Tinggalkan Balasan