Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home2/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Jelang Penetapan Tersangka, Sekretaris APEPI Dicecar

Matangkan Alat Bukti Skandal Emas

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Matangkan alat bukti Skandal Emas, Sekretaris Asosiasi Pengusaha Emas dan Perhiasan Indonesia (APEPI) EST dicecar sejumlah pertanyaan.

Langkah ini dilakukan usai memeriksa sejumlah importir dan eksportir emas sekaligus pembuat perhiasan emas dan perusahaan tambang emas.

Terakhir, Kejaksaan Agung periksa Direktur PT. Karya Utama Prima Mandiri inisial AB pada Kamis (3/8) dan ini adalah pemeriksaan kedua, setelah yang pertama, pada Rabu (31/5).

Kapuspenkum Dr. Ketut Sumedana tidak mengelaborasi lebih jauh pemeriksaan EST terkait perkara pengelolaan kegiatan usaha komoditi emas.

“Semua masih dalam rangkaian membuat terang tindak pidana (guna mencari tersangka, Red),” katanya diplomatis, pada Jumat (4/8/2023) malam.

Sejak disidik pada Rabu (10/5) lalu sampai sekarang belum seorang pun dicegah bepergian ke luar negeri.

Hal ini mengingatkan pada penyidikan perkara Penggadaan Tower Transmisi PLN berbiaya Rp2, 251 triliun yang disidik sejak 14 Juli 2022 terhenti pada Februari 2023.

Hanya sampai kini tidak dibarengi penjelasan tentang nasib 14 Pabrikan Tower dan belum diperiksanya Mantan Dirut PLN Sofyan Basir dan Ketua Aspatindo Saptiastuti Hapsari yang juga Direktur Operasional PT. Bukaka Teknik Utama.

Kontras dengan Skandal BTS 4G sidik dua bulan diikuti pencegahan 25 orang dan 8 orang dijadikan tersangka, tapi minus korporasi yang patut diduga telah mengeluarkan Dolar AS dari kocek kepada Irwan Hermawan guna penghentian penyelidikan dan kelancaran proyek BTS yang molor dari jadwal.

Irwan adalah salah satu tersangka Skandal BTS dan kini tengah duduk di kursi pesakitan di Pengadilan Tipikor Jakarta.

“Tentu, Kejagung punya alasan mengapa sampai kini belum ada yang dicegah dalam Skandal Emas,” ujar Ketua Tim Advokasi Patriot Indonesia Iqbal Daud Hutapea, Sabtu (5/8).

“Hindari bukruk sangka. Kita ikuti saja dahulu perkembangannya,” pinta pria berkacamata ini.

DUA KATEGORI

Mengacu keterangan Anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan dalam Raker dengan Jaksa Agung pada Senin (14/6/2021), ada dua kategori importir dan eksportir emas.

Kategori pertama, ada 8 importir (sekaligus eksportir) yang patut diduga impor emas batangan, namun dalam dokumen disebut emas bongkahan.

Mereka terdiri, PT Jardin Trako utama, PT. Aneka Tambang (Antam), PT. Lotus Lingga Pratama dan PT. Royal Rafles Capital.

Lainnya, PT. Viola Davina, PT. Indo Karya Sukses, PT. Bumi Satu Inti dan PT. Karya Utama Prima Mandiri.

Kemudian, ada dua importir yang patut diduga memperoleh kemudahan impor emas melalui penerbitan dua surat intelijen dari Ditjen Bea dan Cukai juga terkait impor emas bongkahan.

Kedua perusahaan dimaksud, PT. Indah Golden Singnature (IGS) dan PT. Untung Bersama Sejahtera (UBS). Kedua kantor IGS dan UBS bahkan sudah digeledah pada Rabu (10/5).

Presdir PT. UBS Eddy Susanto Yahya adalah salah satu dari Importir yang telah diperiksa dan merupakan Ketua APEPI.

“Sabar Bang. Kita sudah kantongi unsur perbuatan melawan hukum, seperti pencopotan label HS dari dokumen impor emas. Ini soal waktu saja,” tutur sebuah sumber.

Namun, dia mengingatkan objek penyidikan perkara emas tidak hanya soal impor dan ekspor emas, tapi juga soal kontrak karya pertambangan emas, pembelian emas dan lainnya.

“Jadi harap dimaklumi,” pungkasnya. (Ahi)

Tinggalkan Balasan