Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home2/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Kembali, Komut PT. Laman Tekno Digital Edward Hutahaean Dicecar Skandal BTS, Status Saksi

Belum Seorang pun Dijadikan Tersangka

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Kembali, Komut PT. Laman Tekno Digital NPWH diduga Naek Parulian Washington Hutahaean alias Edward Hutahaean diperiksa Skandal BTS 4G.

Namun demikian, sampai pemeriksaan usai di Gedung Bundar, Kejaksaan Agung masih berstatus saksi dan tidak dicegah bepergian ke luar negeri.

Kapuspenkum Dr. Ketut Sumedana beralasan NPWH diperiksa dalam rangka pemberkasan tersangka atas nama YUS (Yusrizki) dan Windi Purnama.

“Statusnya sebagai saksi,” katanya diplomatis, Senin (7/8/2023) malam.

Terakhir, Edward Hutahaean diperiksa pada Rabu (5/7). Dia adalah bagian sejumlah nama yang diduga menerima aliran dana dari Irwan Hermawan guna mengamankan penyelidikan kasus BTS.

Dari penggalan BAP Irwan Hermanan, tersangka BTS tercatat nama EH pada Agustus 2022 menerima aliran uang Rp15 miliar.

Nama lain yang diduga menerima aliran uang dari Irwan (Komisaris PT. Solitech Media Sinergy) sebesar Rp27 miliar, yakni Dito Ariotedjo telah diperiksa pada Senin (3/7).

Namun, Dito membantahnya dan sehari kemudian diikuti penyerahan uang tersebut kepada kuasa hukum Irwan, yakni Maqdir Ismail oleh seseorang berinisial S.

Lalu, diikuti pemeriksaan Direktur Pertamina M. Erry Sugiharto pada Kamis (6/7) yang diduga menerima Rp10 miliar.

Nama-nama lain yang diduga menerima aliran uang dari Irwan, mulai Nistra Yohan, Elvano Hatorangan, Feriandi Mirza belum diketahui jadwal pemeriksaannya.

BELUM TERSENTUH

Terkait penerimaan uang dari Irwan melalui Windi Purnama (orang kepercayaan Irwan) untuk mengamankan penyelidikan, belum seorang pun ditetapkan tersangka.

Direktur Penyidikan Kuntadi kepada pers usai pemeriksaan Dito Ariotedjo mengatakan kasus ini terpisah dengan perkara BTS yang berhenti pada 8 orang tersangka atas nama Johnny G. Plate Dkk.

“Kita hormati kewenangan Kejagung tersebut,” ujar Ketua Tim Patriot Indonesia Iqbal D. Hutapea secara terpisah.

Namun demikian, Iqbal berharap Kejagung segera membuat terang perkara agar kasusnya jelas dan Publik dapat memahami.

“Kami percaya Kejagung akan dapat menuntaskannya,” pungkas Iqbal. (Ahi)

Tinggalkan Balasan