Penuhi Panggilan Kejagung, Mantan Mandag Dicecar Policy Atasi Kelangkaan Migor

Bisa Berkembang Bila ada Fakta Hukum

JAKARTANEWS.ID-JAKARTA: Akhirnya, Mantan Mendag M. Lutfi penuhi panggilan kedua Kejaksaan Agung terkait Skandal CPO atau Migor.

Kejagung menyebut pemeriksaan Lutfi ini sebagai upaya memotret secara utuh peristiwa yang terjadi dalam perkara tersebut.

Namun, hingga selesai pemeriksaan status Lutfi masih sebagai saksi. Lutfi pertama kali pada Rabu (23/6/2022) untuk pemberkasan anak buahnya Indrasari Wisnu Wardhana (Ditjen Daglu) dan 4 tersangka lain.

Kapuspenkum Dr. Ketut Sumedana mengatakan pemeriksaan ini rangkaian penyidikan pemberian fasilitas ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya pada industri kelapa sawit dalam Januari 2022 – April 2022.

“Pemeriksaan terkait proses pengambilan keputusan oleh saksi dalam kapasitasnya sebagai Mendag, dalam rangka mengatasi kelangkaan minyak goreng, serta upaya untuk mencukupi kebutuhan minyak goreng dalam negeri, ” katanya, Rabu (9/8) malam.

Meski demikian, dalam keterangannya tidak dijelaskan apakah dari pemeriksaan itu ditemukan kejanggalan sehingga kelangkaan Migor (Minyak Goreng) berlangsung lama setahun lalu ?

Ketut hanya menjelaskan M. Lutfi diperiksa selama 8 jam dengan 63 pertanyaan yang diajukan.

“Semua pertanyaan dijawab dengan baik,” akhirinya.

Dalam Skandal CPO telah ditetapkan 3 tersangka korporasi, terdiri Wilmar Group, Permata Hijau Group dan Musim Mas Grup.

Penetapan tersangka ini pengembangan dari penyidikan Skandal Migor Jilid I atas nama Indrasari Wisnu Wardhana.

Dugaan kerugian negara adalah sekitar Rp6, 47 triliun.

TERBUKA KEMUNGKINAN

Ketua Tim Advokasi Patriot Indonesia Iqbal Daud Hutapea yang dihubungi terpisah menyatakan tidak tertutup kemungkinan perkara CPO berkembang.

“Benar, fokus pemberkasan perkara CPO namun bisa saja berkembang selama ditemukan alat bukti baru, ” ujar Iqbal.

Dia mengacu kepada penyidikan Skandal Asabri saat itu. Kendati sudah tetapkan 8 tersangka atas nama Heru Hidayat Dkk dan 10 korporasi, penyidikan berkembang dan menetapkan Edward Soeryadjaya Dkk sebagai tersangka.

“Kita tunggu saja,” akhirinya.

Penyidikan perkara ini sempat mencuri perhatian Publik di tengah penyidikan Skandal BTS 4G, khususnya ikut diperiksanya Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Bahkan, Airlangga diperiksa hingga 12 jam hanya untuk menjawab 46 pertanyaan pada Senin (24/7). (ahi)

Tinggalkan Balasan