Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Berkas Eks. Dirjen IKFT Belum Limpah ke Pengadilan, Direktur Penuntutan:Masih Proses Penyidikan

Teringat Kasus DPU Tebo Jambi

Berkas Eks.

JAKARTANEWS.ID -JAKARTA: Akhirnya, terungkap berkas perkara Mantan Ditjen IKFT, Kemperin M. Khayam belum dilimpahkan ke pengadilan lantaran masih dalam proses penyidikan.

“Masih dalam proses penyidikan, ” kata Direktur Penuntutan pada Jampidsus Hendro Dewanto kepada Jakartanews. Id dan Indepedensi. Com, di Gedung Bundar, Kejaksaan Agung, Jumat (11/8) petang.

Pertanyaan mengemuka, karena lima tersangka Skandal Impor Garam lain telah dilimpahkan tahap kedua ke Tim Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (1/3).

Padahal, M. Khayam beserta dua anak buahnya dan Ketua AIPGI minus Sanny Tan dan Yoni ditetapkan tersangka bersamaan pada Rabu (2/11/2022).

Karena ada priveleges (perlakuan khusus) ?

Hendro Dewanto, Mantan Asisten Khusus Jaksa Agung hanya mengatakan pihaknya belum menerima penyerahan berkas (dari Tim Penyidik pada Direktorat Penyidikan, Red).

“P-21 (berkas dinyatakan lengkap, Red) ? Lha berkas (tahap pertama saja, Red) belum diterima (untuk diteliti, Red), ” ujarnya seraya permisi meninggalkan Jakartanews. id dan Independensi. Com yang terpaku seolah tidak percaya.

Tersangka lain, adalah Kasubdit Industri Kimia Hulu Kemenperin Yosi Arfianto (YA) dan Direktur Industri Kimia Hulu Kemenperin Fridy Juwono.

Serta tiga tersangka dari Swasta, terdiri Ketua Umum Asosiasi Industri Pengguna Garam Indonesia (AIPGI) Frederik Tony Tanduk, Bendahara AIPGI Sanny Tan dan Direktur PT. PT. Sumatraco Langgeng Makmur YN alias Yoni

TANDA TANYA BESAR

Ketua Tim Advokasi Patriot Indonesia Iqbal D. Hutapea ikut terperanjat dan kaget atas fakta tersebut.

“Bila faktanya demikian, tentu membuat kami kaget dan terperanjat, ” ucapnya saat dihubungi terpisah.

Namun, dia meyakini ada pertimbangan sehingga pemberkasan tersangka MK belum terselesaikan.
“Mari, kita berpikir positif dan beri kesempatan tin bekerja, ” sarannya.

Kejadian ini bukan pertama kali terjadi, jauh sebelumnya, 2020 terungkap berkas perkara DPU Tebo, Jambi atas nama Mushahi Dkk baru dilimpahkan 5 tahun setelah berkas perkara Joko Pariadi (Kabid Bina Marga DPU Tebo) diajukan dan disidangkan, di Pengadilan Tipikor, Jambi , Rabu (25/11/2015) dan dinyatakan terbukti bersalah.

“Sudah dilimpahkan tahap dua ke Kejari Jambi, beberapa waktu lalu. Sekitar Oktober,” kata Direktur Penuntutan pada Jampidsus IBN Wismantanu, Jumat (6/11/2020).

Praktik ini juga terjadi pada kasus pembobolan Bank Mandiri Solo Jilid II oleh PT. Central Steel Indonesia (CSI) sebesar Rp201 miliar.

Berkas enam tersangka tak kunjung dilimpahkan ke pengadilan. Ditahan juga tidak. Padahal berkas perkara pokok atas nama Erika Liong dan divonis bersalah dan Inkrach.

TANPA MENTERI

Berbeda dengan Skandal Migor yang menyeret Dirjen Daglu, Kemdak Indrasari Wisnu Wardhana, Mendag (usai dicopot) M. Lutfi ikut diperiksa.

Sebaliknya, dalam perkara impor garam industri sebanyak 3, 7 ton senilai Rp2, 054 triliun pada periode 2016- 2022 tidak satu pun dari 3 Menperin yang menjabat
periode itu diperiksa.

Mereka, Saleh Husin (27 Oktober-27 Juli 2016) yang juga Kader Partai Hanura dan dua kader Golkar, Airlangga Hartarto (27 Juli 2016 -20 Oktober 2019), Agus G. Kartasasmita (23 Oktober 2019 – kini).

Hal yang menarik lain, dari 21 Importir Garam tidak satu pun dijadikan tersangka meski syarat dugaan gratifikasi dalam kasus perubahan rekomendasi Kementerian Kelautan dan Perikanan dari impor 1, 8 juta menjadi 3, 7 ton.

Importir garam yang diperiksa, antara lain Meilaniwati Tanimiharja (Direktur PT. Sulfindo Adiusaha), Rabu (30/11), Arthur Tanudjaja (Presdir PT. Cheetam Garam Indonesia), Selasa (29/11).

Bersama Arthur ikut diperiksa A (Direktur PT. Kusuma Tirta Perkasa) dan Ali Mahdi (Direktur CV. Anugrah Sinar Laut) dan Hermawan Santoso (Dirut PT. Susanti Megah).

“Proses persidangan tengah berlangsung, kita ikuti saja. Semua serba mungkin seperti tiga korporasi Skandal Migor akhirnya dijadikan tersangka karena ditemukan fakta hukum baru, ” pungkas Iqbal. (ahi)

Tinggalkan Balasan