Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Dirut PT. Citra Angkasa Persada Dicecar Dugaan Praktik Mark Up Proyek Tol MBZ

Jajaran BPJT Kembali Diperiksa

JAKARTANEWS.ID-JAKARTA: Kejar dugaan Mark Up Mega Proyek Tol MBZ, Kejaksaan Agung cecar kembali Dirut PT. Citra Angkasa Persada (CAP) Suharno.

Langkah Kejagung tersebut dilakukan dalam rangkaian mencari tersangka Skandal MBZ atau Tol Japek II yang diduga syarat KKN.

Terakhir, Suharno yang mimpin perusahaan yang mengerjakan tiang pancang Tol MBZ sepanjang 38 Km, diperiksa pada Kamis (10/8).

Sejak disidik Maret 2023 sampai kini belum seorang pun ditetapkan tersangka dan dicegah ke luar negeri, kecuali IBN dijadikan tersangka perkara penghalangan penyidikan.

Kapuspenkum Dr. Ketut Sumedana enggan berspekulasi tentang alasan hingga Dirut PT. CAP harus diperiksa kembali.

Dia hanya mengatakan S diperiksa terkait perkara pekerjaan pembangunan Jalan Tol Japek (Jakarta- Cikampek)II Elevated Ruas Cikunir-Karawang Barat termasuk on/off ramp pada Simpang Susun Cikunir dan Karawang Barat.

“Langkah itu guna membuat terang tindak pidana (dalam upaya mencari tersangka, Red), ” katanya, Selasa (15/8) sore.

Dari berbagai informasi yang dihimpun, patut diduga proyek tol MBZ syarat Mark Up (penggelembungan biaya), pengaturan lelang dan praktik KKN lainnya.

Hanya sejauh ini, belum terungkap berapa sesungguhnya nilai ril proyek, siapa saja yang bermain dan diuntungkan serta pengaturan lelang.

Ini mengingatkan Skandal Proyek BTS 4G. Pembedanya, proyek tol ini dapat diselesaikan dan diresmikan Presiden pada Kamis (11/12/2019).

TOYOGIRI IRON STEEL

Dalam rangkaian membuka tabir gelap Mark Up, Kejagung juga secara terpisah memeriksa YS selaku Dirut PT. Toyogiri Iron Steel.

Perusahaan yang didirikan 1974 dan berlokasi di Bekasi tercatat sebagai pabrik baja terbesar di Indonesia.

Toyogiri juga tercatat salah satu pelopor industri baja yang memiliki fasilitas produk terintegrasi, mulai Steel Melting hingga Stell Rolling Mill.

“Saksi sepertinya halnya S, juga diperiksa bagian upaya penyidik guna membuat terang tindak pidana, ” jelas Ketut.

Saksi lain yang turut diperiksa, SL selaku Direktur Utama PT Alkajaya Satria Perkasa yang merupakan produsen bahan bangunan yang terbuat dari baja.

BPJT

Pada bagian lain, Kejagung juga periksa Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) pada Kementerian PUPR Periode 2014 – 2019 HTZ diduga Herry Trisaputra Zuna dan Kabid Investasi Sekretariat BPJT Periode 2014 – 2019 SRS diduga Sudiro Roy Santoso.

Serta, HPS selaku Kasubdit Pengawasan Konstruksi (Anggota Subtim 2 Sarana Jalan, Jembatan dan Bangunan).

Ada apa Jajaran BPJT kembali diperiksa ?

“Ini masih bagian dalam upaya penyidik membuat terang tindak pidana (untuk menemukan tersangka, Red), ” terang Kapuspenkum.

Pertanyaan tersebut menyusul telah diperiksanya Mantan Kepala BPJT Danang Parikesit yang menggantikan Herry Trisaputra Zuna pada Senin (12/6) lalu.

“Sah-sah saja pertanyaan tersebut, bila melihat diperiksanya kembali Jajaran BPJT, ” komentari Ketua Tim Advokasi Patriot Indonesia Iqbal D. Hutapea secara terpisah.

Tentang sejauh mana dugaan keterlibatan, menurut Iqbal hal tersebut sudah masuk ranah penyidikan.

“Mari, kita tunggu saja perkembangannya, ” akhirinya.

Dari laman PU. Go. Id tugas dan fungsi BPJT antara lain, melakukan persiapan pengusahaan jalan tol meliputi analisa kelayakan, studi kelayakan.

Lalu, melakukan penggadaan investasi jalan tol melalui pelelangan secara terbuka.

Lembaga ini dibentuk berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 295/PRT/M/2005 tanggal 28 Juni 2005. (ahi)

Tinggalkan Balasan