Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home2/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Politikus PDIP Dijadikan Tersangka Perkara Pertambangan, Bukti Kejagung Tak Tebang Pilih

JAKARTANEWS.ID -JAKARTA: Secara mengejutkan, Kejaksaan Agung tetapkan Politikus PDIP Ismail Thomas sebagai tersangka perkara Pertambangan PT. Sendawar Jaya.

Penetapan tersangka mantan Ketua DPC PDIP Kabupaten Kutai Barat, Kaltim ini sekaligus menepis dugaan Kejagung tebang pilih dalam penanganan perkara korupsi.

“Jujur, kami kaget bercampur bangga atas komitmen Pimpinan Kejaksaan. Mereka berpihak pada penegakan hukum bukan politik, ” komentar singkat Ketua Tim Advokasi Patriot Indonesia (TAPI) Iqbal Daud Hutapea, Rabu (16/8).

Statement TAPI dapat dipahami, mengingat sebelum ini telah ditetapkan Kader Partai Nasdem Johnny G. Plate sebagai tersangka Skandal BTS 4G.

Namun, Nasdem mengusung Capres Anies Baswedan. Sebaliknya, PDIP mengusung Ganjar Pranowo sebagai Capres 2024 – 2029.

Kedua partai politik (Parpol) adalah bagian pendukung pemerintahan bersama Golkar, Gerindra, PKB dan PAN.

Terhadap tersangka yang tercatat sebagai Anggota Komisi I DPR dilakukan penahanan di Rutan Salemba Cabang Kejagung.

Ismail dijerat Pasal 9 UU Tipikor jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. Ancaman pidana paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun.

PEMALSUAN DOKUMEN

Kapuspenkum Dr. Ketut Sumedana menyatakan penetapan tersangka IT (Mantan Bupati Kutai Barat Dua Periode 2006 – 2016) karena telah diperoleh alat bukti yang cukup.

“Dia dijadikan tersangka terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi penerbitan dokumen perizinan pertambangan PT. Sendawar Jaya,” jelasnya, Selasa (15/8) petang.

“Demi kepentingan penyidikan terhadap tersangka dilakukan penahanan di Rutan Salemba Cabang Kejagung,” tambahnya.

Dari informasi terhimpun, penyidikan dan diikuti penetapan tersangka yang terkesan tiba-tiba ternyata, telah didahului penggeledahan Kantor Bupati Kutai Barat di Jalan Sendawar, Kecamatan Barong Tongkok, Senin (7/8).

Bersamaan dengan itu, tim Satgasus Pidsus, Kejagung juga menggeledah kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kutai Barat tidak jauh dari kantor Bupati Kubar.

Ketut menerangkan peran tersangka dalam perkara ini, yakni secara bersama-sama membuat dokumen palsu terkait perizinan pertambangan.

“Dokumen tersebut, dimaksudkan untuk mengambil alih usaha pertambangan dengan cara mempergunakan dokumen sebagai bukti administrasi seolah-olah PT. Sendawar Jaya adalah perusahaan yang memiliki izin secara sah, ” pungkas Ketut. (ahi)

Tinggalkan Balasan