Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Dirut UBS Eddy Dicecar Skandal Emas untuk Ketiga Kalinya, Gambaran Tersangka Mulai Terang?

JAKARTANEWS.ID -JAKARTA: Dirut PT. UBS (Untung Bersama Sejahtera) Eddy Susanto Yahya (EST) kembali diperiksa untuk ketiga kalinya dalam Skandal Komoditi Emas, namun status tak kunjung berubah.

Eddy pun yang tercatat juga Ketua Asosiasi Pengusaha Emas dan Perhiasan Indonesia (APEPI) dapat pulang melenggang dari Gedung Bundar, Kejagung.
“Statusnya saksi. Dia diperiksa guna membuat terang tindak pidana yang terjadi (guna mencari tersangka, Red),” kata Kapuspenkum Dr. Ketut Sumedana, Selasa (15/8) malam.

Sebelumnya, Bos UBS bersama CL selaku Manajer Produksi PT. UBS sudah diperiksa pada Rabu (26/7). Pertama kali diperiksa pada Kamis (8/6).

CL sendiri juga ikut diperiksa dan ini bagi CL adalah pemeriksaan kedua paska pemeriksaan pertama pada Rabu (26/7).

Dalam keterangan Kapuspenkum, tidak diungkap alasan diperiksanya kembali Jajaran PT. UBS di tengah upaya tim penyidik untuk menetapkan tersangka.

TERANG-BENDERANG

UBS bersama PT. Indah Golden Signature adalah dua perusahaan yang disebut-sebut terang benderang oleh Anggota Komisi III Arteria Dahlan dalam Raker dengan Jaksa Agung pada Senin (14/2021).

Arteria dengan tegas menyebut kedua perusahaan mendapat dua surat intelijen dari oknum di Ditjen Bea dan Cukai guna muluskan impor emas batangan, yang dicatat dalam dokumen emas bongkahan.

“Ada main apa sehingga keluar surat intelijen, keluar dua surat intelijen pak. Ada satu perusahaan disuratin, 19 Februari 2021, saya sebut nama PT-nya. PT Indah Golden Signature yang mengimpor emas 99,99%. Meski emas itu bermerek, sudah siap jual, punya nomor seri, dimasukkan sebagai emas bongkahan,” kata Arteria.

“Yang kedua, tiga hari setelah itu, tanggal 24 Februari 2021, PT Untung Bersama Sejahtera. Tahunya kenapa? Jadi perbedaan berat antara dokumen PIB dengan di fakta yang sebenarnya. Ternyata sama. Dokumen batangan emas siap jual 99,99% punya merek juga, nomor serinya ada, dikatakan itu adalah bongkahan. Ini jelas pak ini manipulasinya dengan sengaja diletakkan kepada pos tarif yang tidak tepat,” lanjutnya.

Bersamaan dengan itu, tiga Direktur pada Ditjen Bea dan Cukai ikut diperiksa bersama Tim Audit dan Tim Auditor pada Ditjen Bea dan Cukai dalam rangkaian mempercepat penetapan tersangka.

KELOMPOK PERTAMA

Selain, UBS dan IGS, Arteria juga menyebut 8 Importir Emas lainnya yang mengimpor emas, namun patut diduga karena kerjasama oknum Pejabat Bea dan Cukai Bandara Soetta.

Mantan Kepala Bea dan Cukai Bandara Soetta Finari Manan yang juga disebut namanya dalam Raker oleh Arteria dan Kabid Penindakan dan Penyidikan M. Budi Iswantori berulang diperiksa.

Kedelapan importir emas tersebut, adalah
PT Jardin Trako utama, PT. Aneka Tambang (Antam), PT. Lotus Lingga Pratama dan PT. Royal Rafles Capital.

Lainnya, PT. Viola Davina, PT. Indo Karya Sukses, PT. Bumi Satu Inti dan PT. Karya Utama Prima Mandiri.

“Sesungguhnya melihat pemeriksaan sudah tergambar siapa yang bakal dimintai pertanggung jawaban hukum,” ucap Pegiat Anti Korupsi Iqbal D. Hutapea, Rabu (16/8).

Bahwa kemudian, penetapan terkesan lamban dikaitkan dengan penerbitan Sprindik sejak 10 Mei lalu, menurut Iqbal bisa jadi penyidik masih merasa perlu memperdalam.

“Dalam artian, penyidik ingin argumentasi terkait penetapan tersangka, nantinya dapat
dibuktikan di pengadilan,” akhirinya. (ahi)

Tinggalkan Balasan