Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home2/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Siber Polda Metro Jaya Tangkap 2 Penjual Konten Video Mesum LGBT

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Tim patroli siber Polda metro Jaya menangkap 2 tersangka berinisial R dan LNH penjual konten video penyuka sesama jenis atau penyimpangan seks dengan anak sebagai korban.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menyampaikan kegiatan patroli siber dan menemukan adanya sebuah channel telegram atas nama @testiixie dengan tautanhttps://t.me/testiixie dimana channel tersebut diduga menjual video gay anak kecil atau yang disebut dengan VGK (VIDEO GAY KIDS).

Kemudian Tim Patroli melakukan penyelidikan terhadap Chanel telegram atas nama @testiixie, akun telegram @koleksivideobokepbrayennnnnn dan @VGK INDONESIAV.

“Tersangka R ditangkap, pada Kamis 3 Agustus 2023 di Muara Enim, Sumatera Selatan. Sedangkan LNH anak yang berkonflik dengan hukum ditangkap, pada Jumat 4 Agustus 2023 di Banjarmasin,” ujar Ade Safri di Polda Metro Jaya, Jumat (18/8/2023)

Lanjut Ade Safri, tersangka R adalah pemilik akun telegram @koleksivideobokepbrayennnnnn yang mempromosikan video pornografi LGBT, dan juga menjadi admin pada grup telegram @VGK INDONESIA sebagai media promosi video pornografi LGBT.

“Setelah pembeli berminat untuk mendapatkan video tersebut di atas, maka akan diarahkan untuk melakukan pembayaran melalui akun DANA,” kata Ade Safri.

Konten video dijual dengan harga:
– Rp150.000 untuk mendapatkan foto dan video pornografi LGBT Dewasa;
– Rp250.000 untuk mendapatkan foto dan video pornografi LGBT (dibawah umur). Setelah pembeli melakukan akan diundang bergabung kedalam grup.

Sedangkan tersangka inisial LNH pelaku anak berkonflik dengan hukum menjual video gay anak dengan cara memposting ke grup Facebook atas nama VGK (VIDEO GAY KID SHARE), yang akun tersebut telah hilang dan pelaku sendiri adalah adminnya.

“Setelah terdapat yang tertarik, maka pelaku langsung mengarahkan kepada channel testi pembelian atas nama @testiixie dengan tautan https://t.me/testiixie dan bila ada yang membeli anak akan memasukan ke grup atas nama VIP VGK XIEHUALIAN (saat sudah terblokir) dan VGKC,” terangnya.

Pelaku menawarkan beberapa paket penjualan video sebagai berikut:
– Harga Rp.10.000 di kirimkan 110 Foto dan Video (dikirimkan langsung ke chat personal telegram)
– Harga Rp. 20.000 di kirimkan 220 Foto dan Video (dikirimkan langsung ke chat personal telegram)
– Harga Rp.25.000 di kirimkan 260 Foto dan Video (dikirimkan langsung ke chat personal telegram)
– Harga Rp. 30.000 di kirimkan 360 Foto dan Video (dikirimkan langsung ke chat personal telegram)
– Harga Rp.60.000 dimasukan ke dalam grup VIP sehingga dapat mengakses seluruh foto dan video yang ada di group.

Pada tanggal 26 Juli 2023, video-video pornografi tersebut diperoleh tersangka dari grup-grup telegram LGBT luar negeri, dan dijual kembali di akuntelegram yang dibuat oleh tersangka.

Motif tersangka R melakukan tindak pidana tersebut, karena untuk memenuhi kebutuhan ekonomi.
Tersangka mendapatkan video tersebut dari grup grup LGBT yang terdapat pada Telegram secara gratis, kemudian tersangka R menjualnya kembali.

“Tersangka R melakukan tindak pidana tersebut, karena mempunyai kelainan orientasi seksual, dimana tersangka mendapatkan video tersebut untuk konsumsi pribadi,” jelasnya.

Motif tersangka LNH, karena tertarik untuk dapat memperoleh keuntungan yang mudah.

“Berawal dari mencoba, namun tidak menduga mendapatkan keuntungan yang cepat dan mudah. Pelaku mendapatkan foto dan video tersebut dengan membeli seharga Rp30.000 sampai Rp40.000 untuk 500 video. Kemudian dijual dengan harga Rp60.000,” imbuhnya.

Tersangka dijerat Pasal 27 Ayat (1) Jo 45 Undang-Undang No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang No.11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Pornografi anak Pasal 29 Undang-Undang No. 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Setiap orang yang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 6 bulan dan paling lama 12 tahun. (Amin)

Tinggalkan Balasan