Jamiluddin Ritonga: Golkar dan Demokrat Potensial Bentuk Poros Baru

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Golkar layak membentuk poros baru dengan Demokrat. Presidential Threshold (PT) untuk itu cukup untuk mengusung pasangan capres dan cawapres.

Secara historis, Demokrat dan Golkar punya hubungan baik. Bahkan saat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) presiden, Golkar menjadi partai koalisi yang loyal.

Demikian disampaikan Pakar Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga kepada para wartawan, Senin (4/9/2023).

Jamiluddin menilai, tidak ada sisi politis, sosiologis, dan psikologis yang menghambat Demokrat dan Golkar untuk berkoalisi.

“Semua itu menjadi modal menyatukan Demokrat dan Golkar untuk membentuk poros baru,” kata Dosen Metodologi Penelitian Komunikasi Universitas Esa Unggul, Jakarta ini.

Selain itu, menurut Jamiluddin, mesin partai Demokrat dan Golkar cukup kuat untuk membuat poros ini punya nilai jual.

“Militansi mesin partai kedua partai juga lebih dari cukup untuk mengantarkan poros Demokrat dan Golkar bersaing dengan poros lainnya,” ujar Dekan Fikom IISIP, Jakarta 1996-1999 ini.

Hanya saja, tutur Jamiluddin, poros Demokrat dan Golkar berpeluang punya nilai jual bila memasangkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Ridwan Kamil atau sebaliknya.

“Dua sosok muda ini sangat kompetitif, yang dapat diterima semua lapisan masyarakat. Hal itu dapat dilihat dari elektabilitas AHY dan Ridwan Kamil yang cukup tinggi,” jelas Dekan Fikom IISIP, Jakarta ini.

Jamiluddin meyakini, pasangan AHY-Ridwan Kamil juga dapat menggaet suara di Jawa Barat dan Jawa Timur.

“AHY dapat mendongkrak suara di Jawa Timur, dan Ridwal Kamil berpeluang menguasai Jawa Barat,” ulas Jamiluddin.

Dua sosok itu juga, tambah Penulis Buku Riset Kehumasan ini, dapat mewakili pemilih muda.

“Segmen ini justru paling banyak, sehingga memberi peluang besar untuk menjadi pemilih pasangan AHY-Ridwan Kamil,” tutup Jamiluddin Ritonga. (Daniel)

Tinggalkan Balasan