Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home2/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Mulyanto Sinyalir Ada Kepentingan Mafia Impor di Balik Isu Peralihan Pertalite ke Pertamax 92 Green

Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto. (Ist)

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto mensinyalir rencana pemerintah menghapus penggunaan BBM jenis Pertalite lalu menggantinya dengan Pertamax 92 Green tidak murni untuk kepentingan lingkungan.

Mulyanto malah menduga ada kepentingan mafia impor bioetanol di balik rencana ini.

Pasalnya, kata Mulyanto, pemerintah mengusulkan program ini berjalan pada tahun 2024, meskipun Indonesia belum memiliki pabrik bioetanol yang memadai.

“Kita patut curiga motif apa yang membuat pemerintah akan mengimplementasikan program ini. Karena nyatanya Industri bioetanol lokal, salah satu bahan pembuatan Pertamax 92 Green, belum memungkinkan,” ujar Mulyanto, Rabu (12/9/2023).

“Kalau kebutuhan bioetanol untuk produksi Pertamax 92 Green harus impor, maka sama juga bohong. Negara akan makin tergantung pada impor. Sementara masyarakat tidak memiliki pilihan membeli BBM murah,” tambah Wakil Ketua F-PKS Bidang Industri dan Pembangunan ini.

Karena itu Mulyanto meminta pemerintah menunda pelaksanaan program ini.

Mulyanto menganjurkan pemerintah membangun industri bioetanol dalam negeri lebih dahulu untuk menunjang produksi Pertamax 92 Green.

“Tanpa didukung industri bioetanol dalam negeri, niat Pemerintah mengganti Pertalite dengan Pertamax 92 Green hanya akan mengulang kesalahan yang selama ini dilakukan. Padahal ke depan kita harus semakin mengurangi ketergantungan pada produk impor,” tutur Anggota Baleg DPR RI ini.

Mulyanto menegaskan F-PKS DPR RI menolak rencana penggantian Pertalite ke Pertamax 92 Green pada tahun 2024, sebab hal itu hanya akan menyisakan BBM berharga mahal bagi masyarakat.

Legislator asal Dapil Banten 3 itu menjelasakan saat ini kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat belum pulih benar pasca-pandemi Covid-19.

“Masyarakat masih memerlukan BBM dengan harga terjangkau untuk menunjang kegiatan ekonomi sehari-hari,” tandas Mulyanto. (Daniel)

Tinggalkan Balasan