Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home2/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Majelis Taklim se-DKI Jakarta Terlindungi Program BPJS Ketenagakerjaan

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta mulai mengakuisisi atau mendaftar kelompok majelis taklim sewilayah Jakarta menjadi peserta program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek). Hal tersebut ditandai dengan penyerahan kartu kepesertaan simbolis saat acara Pengukuhan Kelompok Kerja Majelis Taklim Provinsi DKI Jakarta di Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) DKI Jakarta.

”Kegiatan ini merupakan tindak lanjut kerja sama dengan Kanwil Kemenag DKI Jakarta. Yaitu untuk melindungi seluruh ekosistem tenaga kerja di bawah koordinasi Kanwil Kemenag DKI Jakarta dengan mendaftar ke program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek),” ungkap Wakil Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta Indra Iswanto, yang mewakili Deny Yusyulian selaku kakanwil.
Menurut Indra, salah satu di antaranya adalah untuk melindungi pengurus dan anggota majelis taklim se-DKI Jakarta menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. ”Saat kini kami melindungi pengurus majelis taklim yang kemudian terdaftar di Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Salemba. Kami berharap nanti akan getok tular untuk mendaftar ke seluruh anggota majelis taklim,” ujar Indra.
Menurut Indra, para pengurus majelis taklim itu terdaftar dalam dua program dasar yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian. ”Mereka terdaftar dalam kelompok bukan penerima upah (BPU) dengan iuran per bulannya hanya Rp16.800,” kata Indra.
Di lokasi terpisah, Kakanwil BPJS Ketenagakerjaan Deny Yusyulian memerintahkan jajarannya untuk menindaklanjuti secara teknis dari kegiatan tersebut baik untuk sosialisasi maupun akuisisi kepesertaan majelis taklim di lapangan. ”Target kami dalam hal ini adalah untuk melindungi pengurus dan anggota majelis taklim juga anggota organisasi keagamaan serta pekerja non-ASN lembaga pendidikan di bawah naungan Kanwil Kemenag DKI agar seluruhnya terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan,” ungkap Deny.
Sementara itu Kakanwil Cecep Khairul Anwar, mengatakan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan memiliki dua dimensi manfaat yaitu dunia dan akhirat. Karena iuran BPJS Ketenagakerjaan selain dapat bermanfaat untuk perlindungan diri sendiri juga bermanfaat untuk menolong orang lain.
”Saat membayar iuran sertakan dengan bismillah nawaitu sedekah, infak maka insyallah akan mendapatkan pahala satu dibanding 10. Pahalanya insyallah akan meningkat lagi menjadi 90 kali ketika sedekah itu menolong orang yang terkena musibah dan amalan ini melekat pada program BPJS Ketenagakerjaan,” kata Cecep di hadapan para ustazah pengurus majelis taklim se-DKI.
Di lain sisi, Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat, dan Wakaf, Kanwil Kemenag DKI Yunus Hasyim mengatakan jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan di kalangan pekerja dan organisasi keagamaan di bawah Kanwil Kemenag DKI Jakarta terus berkembang. Kepesertaan berawal dari mendaftarkan penyuluh-penyuluh agama sampai berkembang ke kalangan pekerja non-ASN Kanwil Kemenag DKI.
”Menyusul saat ini ke Kelompok Kerja Majelis Taklim se-Provinsi DKI Jakarta,” ungkap Yunus.
Menurut Yunus lembaga majelis taklim se-DKI Jakarta terdaftar lebih dari enam ribu. Sedangkan setiap lembaga majelis taklim memiliki jumlah anggota atau jemaah yang bisa mencapai ratusan bahkan ribuan orang. Dengan adanya kerja sama tersebut dirinya mengimbau majelis taklim di DKI Jakarta langsung berkoordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk sosialisasi dan pendaftaran kepesertaan.
Yunus juga berharap para mitra Kanwil Kemenag DKI seperti Baznas DKI juga dapat berpartisipasi sebagai donatur iuran kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan untuk jemaah majelis taklim dan penyuluh agama di DKI Jakarta. (Dani)

Tinggalkan Balasan